
Pengadaan Alkes RSUD Regional Sulbar Rp2,3 Miliar

Mamuju (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, mengalokasikan anggaran untuk pengadaan alat kesehatan (Alkes) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Regional senilai Rp2,3 miliar.
"Alokasi anggaran untuk pengadaan Alkes ini melalui APBD tahun anggaran 2012. Kebutuhan dana untuk alkes ini belumlah cukup. Namun, kita perlu memahami dengan kondisi kemanpuan keuangan daerah,"kata Direktur RSUD Regional Sulbar, Suparman di Mamuju, Selasa.
Menurutnya, kondisi pelayanan kesehatan kepada masyarakat akan bisa menjadi berkualitas apabila disukung sarana dan prasarana alkes yang memadai.
Karena itu kata dia, keberadaan RSUD regional yang baru beroperasi kurang lebih lima tahun masih perlu dilakukan perbaikan khususnya kesiapan alkes, tenaga medis khususnya dokter spesialis.
"RSUD Regional merupakan cikal bakal akan menjadi rumah sakit rujukan dari kabupaten. Makanya, kita terus melakukan upaya agar RSUD ini mendapatkan akreditasi dari Kementerian Kesehatan,"katanya.
Sebelumnya, gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh, berjanji, segera melakukan pembenahan terhadap RSUD Regional agar bisa terakreditasi minimal pada 2014 mendatang.
"Memang benar, RSUD regional yang menjadi cikal-bakal sebagai RS rujukan di Sulbar belum mendapatkan pengakuan akreditasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Ini juga harus dimaklumi selaku provinsi yang baru berusia kurang lebih 9 tahun," kata Anwar.
Menurut gubernur, untuk mendapatkan status terakreditasi maka butuh proses panjang untuk melengkapi segala yang dipersyaratkan seperti tenaga medis maupun peralatan medis di RSUD Regional.
"Pemprov Sulbar sekarang ini terus melakukan berbagai upaya agar RSUD regional bisa terakreditasi, minimal dua tahun ke depan dari sekarang pusat layanan medis itu akan mendapatkan akreditasi," ujarnya.
Ia mengatakan, untuk mengejar akreditasi itu maka membutuhkan dukungan anggaran yang besar dalam melengkapi semua kebutuhan prasarana alat kesehatan termasuk mnyiapkan tenaga kesehatan yang memadai.
Karena itu kata gubernur, pihaknya membuka dan membangun Politeknik Kesehatan sehingga kelak Sulbar tidak mengalami kekurangan tenaga medis.
"Tenaga medis menjadi perhatian utama sehingga akses pelayanan medis di RSUD bisa tertangani dengan baik," ujarnya. (T.KR-ACO/S016)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
