
Tuntaskan Kasus Polisi Cabul

Makassar (ANTARA Sulsel) - Mananggapi kasus-kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh beberapa oknum Polisi di Sulawesi Selatan (Sulsel), Aktivis pers mahasiswa menggelar unjuk rasa di depan kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Kamis.
Puluhan aktivis pers mahasiswa (persma) yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Hasanuddin (UKPM-UH) ini menyoroti berbagai kasus-kasus kekerasan dan asusila yang dilakukan oleh oknum Polisi terhadap kaum perempuan di Sulsel yang hingga hari ini belum tuntas.
"Perkembangan kasus-kasus oknum polisi terhadap kaum perempuan sekarang ini belum tuntas," kata Ketua UKPM UH, Asri Abdullah.
Menurutnya, seharusnya institusi kepolisian mengayomi masyarakat, namun sangat mengherankan dengan kenyataan yang ada. Supremasi hukum di negeri ini, kata Asri, sudah tidak dapat ditegakkan lagi oleh institusi kepolisian.
"Seperti kasus pelecehan seksual yang menimpa mahasiswa Stiem Bongaya Makassar, " sambungnya.
Wartawan kampus ini menyoroti institusi kepolisian yang hingga saat ini belum menyelenggarakan sidang kasus pelecehan seksual beberapa oknum polisi, "Institusi kepolisian harus ditindak tegas, karena sampai saat ini belum ada sidang. institusi kepolisian juga harus ditindak tegas, " terangnya
Orasi di depan kamus merah ini, sempat mengganggu arus lalu lintas selama satu jam, mereka menuntut stop kekerasan perempuan yang dilakukan oleh oknum Polisi dan usut tuntas kekerasan seksual tersebut.
"Sebagian polisi sekarang menjadi mahkluk beringas yang menindas para warga sipil, " teriak koordinator aksi, Laode Manaf.
(T.PSO-101/F003)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
