Logo Header Antaranews Makassar

Sejumlah kabupaten di Sulsel gelar pasukan kesiapsiagaan bencana alam

Jumat, 18 November 2022 20:24 WIB
Image Print
Wakil Bupati Lutra, Sulsel, Suaib memimpin apel pasukan kesiapsiagaan penanganan bencana alam di Luwu Utara, Jumat (18/11/2022). ANTARA/HO-Humas Lutra

Makassar (ANTARA) - Sejumlah kabupaten di Sulawesi Selatan seperti Kabupaten Kepulauan Selayar dan Luwu Utara menggelar pasukan kesiapsiagaan penanganan bencana alam dan pengecekan peralatan SAR, Jumat.

Di Kepulauan Selayar, kegiatan ini diikuti personil terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP, Syahbandar, Basarnal, Tagana, BPBD, Dishub, bersama personil lainnya.

"Gelar pasukan kesiapsiagaan penanganan bencana alam dalam rangka mengantisipasi ancaman bencana alam hidrometeorologi dan cuaca ekstrem di Kabupaten Kepulauan Selayar," ujar Wakil Bupati Kepulauan Selayar Saiful Arif.

Potensi bahaya dan ancaman bencana yang semakin komplek ini tidak terlepas dari dampak perubahan iklim dan ulah manusia sendiri. Penanganan bencana yang selalu dinamis dan membutuhkan kerja sama yang luas dan sinergi antara seluruh unsur baik Polri, TNI, BPBD, Basarnas dan instansi terkait, masyarakat dan unsur pendukung lainnya," kata Saiful Arif.

Kegiatan itu bagian dari upaya mitigasi risiko dan minimalisasi korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda hingga dampak psikologis.

Menyikapi hal tersebut, Kabupaten Kepulauan Selayar yang geografis wilayahnya dikelilingi oleh lautan sangat rawan bencana.

Dalam menghadapi bencana dibutuhkan sikap, pemikiran dan perilaku tanggap, serta tangguh sehingga proses internalisasi dan pengetahuan sehingga diharapkan timbulnya kesadaran tidak hanya pada sikap, tetapi juga pada pemikiran dan perilaku sadar bencana.

Sebagaimana penyampaian terkait informasi prediksi BMKG Wilayah IV Makassar menyebutkan bahwa perubahan musim dari musim kemarau ke musim penghujan di Sulsel dimulai awal Oktober 2022 dan akan berakhir pada Bulan April 2023.

Kondisi ini dapat berpotensi mengakibatkan bencana alam hidrometeorologi, yaitu bencana alam yang diakibatkan aktivitas cuaca, seperti banjir, angin puting beliung dan tanah longsor serta bencana alam lainnya.

Selain Kabupaten Kepulauan Selayar, Kabupaten Luwu Utara juga menggelar giat serupa dalam mengantisipasi bencana alam di tengah cuaca ekstrem saat ini.

Wakil Bupati Luwu Utara Suaib Mansur menjelaskan bahwa akhir-akhir ini selain ancaman pandemi COVID-19, hal yang perlu di waspadai adalah cuaca ekstrem, seperti curah hujan yang tinggi disertai dengan angin kencang yang dapat mengakibatkan bencana alam.

Untuk itu, kata Suaib, apel kesiapsiagaan bencana alam ini merupakan wujud kesiapan pemerintah daerah, Polri bersama TNI dan instansi terkait lainnya dalam menghadapi bencana yang terjadi serta sebagai sarana konsolidasi dan pengecekan personel beserta kelengkapan sarana dan prasarana.

Ia menuturkan penting meningkatkan sinergi antar pihak dalam upaya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.

"Pendekatan secara preventif semua pihak serta kepada masyarakat terkait peran serta dalam menghadapi bencana, itu menjadi sangat penting dalam membentuk kesiapsiagaan," urainya.

Tidak kalah penting adalah perlunya latihan secara intens para personil yang akan ditugaskan.

"Alhamdulillah, SDM dan peralatan kebencanaan yang ada di Luwu Utara ini sudah mumpuni namun tetap perlu adanya latihan yang intens dan pengecekan sarana dan prasarana yang intens sehingga kesiapan para personil dan peralatan selalu siap siaga," ujarnya.*



Pewarta :
Editor: Redaktur Makassar
COPYRIGHT © ANTARA 2026