
Golkar Tebar Ancaman Bagi Kadernya di Bantaeng

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Partai Golkar menebar ancaman pemecatan dampak aksi pembakaran atribut kampanye pasangan calon Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang (Patahana) oleh Kader Partai Golkar di Bantaeng, Sulsel.
Insiden aksi pembakaran baju dan atribut kampanye Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang (Sayang) dipimpin Koordinator aksi, Muh Idris yang juga Wakil Bendahara DPD II Partai Golkar Bantaeng di Bantaeng.
Aksi pembakaran sekitar lima karung atribut dan bahan kampanye dilakukan sebagai wujud protes karena dukungan Golkar pada Pilkada Bupati Bantaeng yang akan digelar April 2013 diberikan kepada pasangan Nurdin Abdullah-Asli Mustajab (Patahana), padahal Golkar Bantaeng merekomendasikan kepada Ilham Azikin yang juga ketua Angkatan Muda pembaharuan Indonesia AMPI Sulsel yang juga kader Golkar, namun tidak direkomendasikan oleh DPD I Golkar Sulsel.
Aksi pembakaran atribut Calon Gubernur Sulsel yang juga Ketua Golkar Sulsel Syahrul Yasin Limpo oleh wakil Bendahara DPD II Partai Golkar Bantaeng Muh Idris akan berbuntut pemecatan.
"Siapa yang akan terus melakukan perlawanan atau membangkang akan kami pecat," ucap Budi Santoso dan melanjutkan bahwa oknum pengurus DPD II Golkar Bantaeng yang melakukan pembakaran atribut di depan kantor DPD II Golkar, akan segera dikeluarkan dari kepengurusan partai.
Tindakan oknum tersebut sangat merugikan Partai golkar, sehingga DPD harus segera menonaktifkan wakil Bendahara Muh Idris dari kepengurusan. "tidak ada jalan lain harus segera dipecat," katanya.
Dia menegaskan, tindakan pembakaran atribut Golkat tersebut sebagai tindakan tidak terpuji dan merusak citra partai. Dia tidak sepakat dengan aksi tersebut dan segera akan diambil tindakan tegas.
Budi menyebutkan, seluruh kader partai Golkar di daerah ini, diminta untuk mendukung keputusan yang ada dan tidak melakukan pembangkangan, terkait dukungan Partai Golkar terhadap incumbent Nurdin Abdullah-Asli Mustajab. "DPD Partai Golkar Bantaeng akan tetap loyal terhadap keputusan DPP," jelasnya.
Budi Santoso membantah dirinya terlibat dalam aksi pembakaran atribut. Menurut dia, aksi pembakaran itu dilakukan bukan oleh Partai Golkar Bantaeng, tetapi simpatisan yang kecewa terhadap keputusan DPD I. "saya tidak pernah menyuruh untuk melakukan pembakaran atribut," kata Budi.
Sebelumnya, puluhan massa yang mengaku sebagai simpatisan Golkar melakukan aksi pembakaran atribut Syahrul Yasin Limpo (SYL). Massa kecewa terhadap keputusan SYL yang tidak memberikan izin kepada bakal calon Ilham Azikin untuk maju pada pilkada Bantaeng.
Keputusan tersebut tidak saja berimbas pada aksi pembakaran atribut SYL, namun juga akan berimbas pada perolehan suara Syahrul Yasin Limpo di Bantaeng pada pilgub 22 Januari 2013. Sejumlah tokoh masyarakat yang sebelumnya menyatakan dukungan terhadap pasangan Sayang, kini berbalik mendukung bakal calon Gubernur lain.
Muh Idris Wakil Bendahara DPD II Partai Golkar Bantaeng, yang memimpin pembakaran atribut mengatakan bahwa dirinya siap menerima sanksi dari partainya, "saya sudah siap dipecat," ucapnya.
Menurut Idris, pembakaran atribut yang dilakukan puluhan simpatisan partai Golkar adalah sebagai bentuk kekecewaan terhadap keputusan Ketua DPD Golkar Sulsel yang juga Gubernur Sulsel yang akan maju pada Pilgub periode kedua Syahrul Yasin Limpo yang tidak memberikan izin kepada Ilham Azikin untuk maju sebagai kandidat bakal calon Bupati, ucapnya.
Idris bersama kader Golkar simpatisan Ilham Azikin mengancam tidak akan memenangkan pasangan calon incumbent Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang (Sayang) di Pilkada 22 Januari 2013.
"Kami sudah dibuat kecewa dan balasan dari kekecewaan itu, kami juga akan membuat pasangan kandidat Sayang merasakan kekecewaan di Bantaeng dengan tidak memenangkan pasangan Syahrul Yasin Limpo (Ketua DPD Golkar Sulsel) -Agus Arifin Nu'mang," tegas Idris.
Langkah pertama yang dilakukan pengurus dan simpatisan Partai Golkar Bantaeng sebagai bentuk kekecewaan terhadap Ketua DPD Partai Golkar Sulsel Syahrul Yasin Limpo karena tidak memberikan rekomendasi kepada Ketua AMPI Sulsel Ilham Azikin untuk bertarung di Pilkada Bantaeng yakni dengan membakar baju kampanye serta atribut lainnya.
"Pembakaran baju dan atribut kampanye lainnya hanya langkah awal yang kami lakukan sebagai bentuk kekecewaan kami kepada Ketua DPD Golkar Sulsel dan kami masih mempunyai agenda lainnya lagi selain membakar atribut hingga pelaksanaan Pilkada 22 Januari 2013," ujarnya tanpa merinci. (KR-MH-F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
