
Kondisi Kesehatan Idham Belum Membaik

Mamuju (ANTARA News) - Kondisi kesehatan mantan Kepala Dinas PU Sulbar Idham Hasib yang ditahan Kejari Mamuju karena dianggap menerima suap Rp123,5 juta dalam perencanaan proyek irigasi Tandung Kecamatan Tinambung, Polman, hingga kini belum membaik.
"Kondisi kesehatan yang menurun membuat pihak Rutan Mamuju harus memberikan hak Idham mendapatkan perawatan. Idham kemudian dibawa ke Rumah Sakit (RS) Mitra Manakarra Mamuju," kata tim medis RS Mitra Manakarra, dr.Harit di Mamuju, Sabtu.
Menurut dr Harit, kondisi kesehatan Idham mengalami penurunan yang cukup drastis sehingga perlu mendapatkan perawatan secara medis.
Namun, Harit tidak menyebut apa penyakit yang diderita tersangka penerima gratifikasi itu hingga harus menjalani perawatan intensif.
"Maaf dek, saya tidak bisa membuka dulu hasil diagnosanya. Kami juga tidak bisa sembarangan membuka itu. Yang jelas dia menderita penyakit dalam," tutur Harit.
Harit belum bisa memastikan berapa lama Idham harus menjalani perawatan, sebab proses kesembuhan juga bergantung pada upaya penyembuhan secara medis dan daya tahan tubuh pasien.
"Mudah-mudahan cepat sembuh, kami akan berikan pelayanan kesehatan sebaik mungkin," katanya.
Kuasa Hukum Idham Hasib, Bokhari Rahimin meminta agar Kejari Mamuju memberikan izin agar Idham bisa dirujuk ke Makassar agar mendapat layanan kesehatan yang lebih baik.
"Saya sudah ajukan permohonan itu. Tergantung bagaimana pihak Kejari Mamuju mengabulkan permohonan itu," kata Bokhari.
Menurut dia, mendapatkan pelayanan kesehatan adalah hak asasi setiap orang, termasuk terhadap seorang tersangka sekalipun.
Karena itu, kata dia, pihaknya berharap pihak kejaksaan mengabulkan permintaannya agar Idham dirujuk ke Makassar.
Sementara itu Kajari Mamuju Andi Murji Mahfud mengatakan, semua orang memiliki hak untuk mendapatkan layanan kesehatan prima.
Mengenai permohonan untuk merujuk Idham ke Makassar, kata Murji, pihaknya akan mempertimbangkannya terlebih dahulu.
"Memangnya penyakit malaria tidak bisa diobati di Mamuju? Kalau memang dokternya tidak mampu, itukan satu masalah juga. Tapi saya kira dokter di Mamuju ini pasti kelasnya bagus dan bisa menangani pasien malaria ataupun DBD," kata Murji. (T.KR-ACO/H-KWR)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
