Logo Header Antaranews Makassar

Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Maluku Positif

Minggu, 3 Februari 2013 16:25 WIB
Image Print

Ambon (ANTARA News) - Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang Provinsi Maluku triwulan IV 2012 sebesar 8,10 persen, lebih tinggi jika dibanding triwulan III yang mengalami pertumbuhan negatif 2,37 persen.

Sedangkan yoy mencatat pertumbuhan 4,0 persen, lebih rendah dibanding triwulan III yang mengalami pertumbuhan positif 5,52 persen, kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku, Edison Ritonga, Minggu.

Ia menjelaskan, produksi industri manufaktur besar dan sedang nasional triwulan IV mengalami pertumbuhan 7,65 persen, lebih tinggi dibanding triwulan III yang mengalami pertumbuhan 0,10 persen.

Sedangkan untuk nasional triwulan IV mengalami pertumbuhan 11,09 persen atau lebih tinggi dari triwulan sebelumnya sebesar 1,62 persen.

Dengan demikian kalau dibandingkan pertumbuhan industri manufaktur besar dabn sedang (yoy)Provinsi Maluku pada triwulan IV 2012 jauh lebih rendah dibandingkan pertumbuhan nasional, sedangkan pertumbuhan produksi manufaktur besar dan sedang (q-to-q) Provinsi Maluku masih lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional.

Menurutnya, industri manufaktur di Provinsi Maluku tersebar di beberapa kota dan kabupaten, antara lain Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Buru, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dan Kabupaten Kepulauan Aru.

Ia menambahkan, bila ditelusuri menurut jenis industri, maka pertumbuhan sebesar 8,10 persen yang dialami provinsi Maluku selama triwulan 2012 didominasi oleh dorongan produksi industri karet dan barang dari karet dan barang dari plastik (KBLI22) dan industri makanan (KBLI 10), masing - masing sebesar 9,00 persen dan 1,8 persen.

Sedangkan pada sisi lain pertumbuhan negatif justru terjadi pada industri alat angkut lainnya, (KBLI 30) sebesar 4,39 persen.

"Pertumbuhan negatif cukup tinggi yang dialami jenis industri alat angkutan lainnya (KBLI 30) negatif 4,39 persen selama triwulan IV didorong menurunnya hasil produksi akibat dari kurangnya pesanan," katanya.
(T.KR-IVA/S004)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026