
Maret, SK CPNS K1 Bantaeng Rampung

Bantaeng, Sulsel (Antara News) - Sebanyak 148 orang tenaga honorer yang masuk kategori I di Kabupaten bantaeng, Sulawesi Selatan akan menerima sk CPNS Maret 2013.
Hal ini ini terungkap saat rapat dengar pendapat Komisi I DPRD Kabupaten Bantaeng dengan BKD, Inspektorat dan Asisten III, di Bantaeng, Rabu.
Menurut kepala Bidang pengadaan CPNS Badan kepegawaian daerah (BKD) Bantaeng Isra kepada Komisi I bahwa Badan Kepegawaian Nasional saat ini telah menyelesaikan nomor induk calon pegawai negeri sipil (CPNS) dari honarer KI 124 orang.
Sedangkan 24 NIP CPNS lainnya sedang dalam proses penyelesaian di BKN di Jakarta dan kemungkinan surat keputusan (SK) pengangkatan CPNS tersebut berlangsung Maret 2013.
Hadir pada Rapat dengar pendapat tersebut, Asisten III Pemkab Bantaeng Zainuddin Tahir, Inspektur daerah (Irda) Andi Akil Reza dan mantan kepala BKD Bantaeng Hartawan Zainuddin serta kepala bidang pengadaan CPNS BKD Bantaeng Isra.
Ketua Komisi I DPRD Bantaeng Anas Hasan usai rapat dengar pendapat mengatakan, BKD harus segera menjemput NIP CPNS dari kategori I. Karena gaji mereka sudah terakomodir dalam APBD 2013 terhitung sejak Desember 2012.
Sebelumnya dilaporkan sebanyak 96 tenaga honorer KI yang dinyatakan tidak masuk kriteria (TMK) beberapa kali menemui BKN pusat, namun hasilnya tetap dinyatakan tidak masuk karena ada kesalahan sejumlah berkas.
Jumlah pegawai honorer yang tidak lulus verifikasi tahap awal pengangkatan menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) adalah 108 orang dan bekerja dari tahun 2005 serta sebagian lagi sudah memiliki masa kerja satu tahun.
Namun setelah dilakukan validasi ulang oleh BKN, hasilnya 12 honorer dinyatakan masuk kriteria dari 108 honorer.
Menurut Anas Hasan, para honorer tersebut masih bekerja hingga sekarang. "secepatnya kita akan bertemu dengan pihak BKN yang lebih berkompeten dalam hal ini, kita hanya sebagai fasilitator yang menyampaikan keluhan pegawai honorer tersebut," ujarnya (Editor : Fredrich C.Kuen)
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
