
PT AAL Komitmen Pangkas Kemiskinan Petani

Pasangkayu, Sulbar (Antara News) - Bupati Mamuju Utara (Matra) Sulawesi Barat, Ir.Agus Ambo Djiwa, menilai keberadaan PT Argo Astra Lestari yang mengembangkan komoditi perkebunan kelapa sawit miliki komitmen tinggi untuk memangkas kemiskinan petani di daerahnya.
"Saya rasa PT AAL yang ikut mengelola perkebunan kelapa sawit di Matra bernilai positif dan bahkan ikut menekan jumlah kemiskinan setiap tahunnya," kata Bupati Matra, Agus Ambo Djiwa di Mamuju, Selasa.
Bahkan pemilik PT AAL tahun ini telah melaksanakan tahap pembangunan industri pabrik minyak goreng dengan nilai investasi sekitar Rp1,7 miliar.
"Dana investasi ini tentu tidak sedikit. Makanya, kebijakan PT AAL yang telah membangun pabrik minyak goreng akan memberikan implikasi yang besar bagi percepatan pembangunan di daerah kami," ungkapnya.
Ia juga mengatakan, minimal keberadaan industri minyak goreng ini mampu menekan jumlah pengangguran, menekan kemiskinan, mensejahterakan petani sawit dan pastinya ikut mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Kontribusi perusahaan pabrik minyak goreng pasti berdampak pada bertambahnya PAD. Nah, jika kita memiliki sumber pendapatan yang besar maka geliat pembangunan pun akan mengalami kemajuan," ujarnya.
Saat ini komoditi sawit dari beberapa perusahaan yang ada telah mampu menghasilkan produksi terbanyak dari kabupaten lainnya.
Menurut Bupati, industri minyak goreng diprediksi mampu memasok kebutuhan 15 provinsi di kawasan timur Indonesia.
Ia mengatakan, semula pabrik ini sempat diperebutkan antara Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Namun, gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh melakukan protes keras kepada pemerintah pusat agar pabrik itu dibangun di Sulbar.
Pembangunan pabrik pengolahan minyak goreng ini semula hanya ditaksir mencapai angka Rp1,4 triliun namun setelah dilakukan kalkulasi ulang maka investor harus menyiapkan dana investasi Rp1,7 triliun.
"Ini investasi besar dalam kerangka Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di koridor Sulawesi," ucapnya.(Editor : S Suryatie)
Pewarta : Aco Ahmad
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
