Logo Header Antaranews Makassar

Warga dan Aparat Diminta Menahan Diri

Jumat, 22 Februari 2013 12:48 WIB
Image Print

Jayapura (Antara News) - Warga Papua, terutama yang berdomisili di wilayah Kabupaten Puncak dan Puncak Jaya diminta lebih selektif menyaring informasi dan isu-isu berkembang, yang sengaja diembuskan orang atau kelompok yang tidak bertanggungjawab untuk tujuan memperkeruh situasi keamanan, menyusul penyerangan kelompok bersenjata yang menewaskan sejumlah anggota TNI pada Kamis (21/2).

Salah seorang tokoh pemuda Papua, Handrik Yance Udam yang dikenal sebagai aktivis Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Asli Papua, ketika dihubungi Antara di Jayapura, Jumat, juga meminta aparat TNI dan Polri untuk bisa menaham diri, dari kemungkinan melakukan tindakan berlebihan terhadap rakyat yang tidak berdosa.

Pada bagian lain dari permintaannya, Udam juga mengingatkan para tokoh adat untuk tidak tinggal diam. "Jangan hanya melontarkan pernyataan keras ketika ada warga sipil yang menjadi korban kekerasan, sementara ketika aparat TNI-Polri yang menjadi korban, tidak ada pernyataan keprihatinan," kata Udam.

Ia menambahkan, hal itu penting karena aparat TNI-Polri juga memiliki hak sebagaimana warga sipil.

Dari serangkaian serangan bersenjata yang diduga dilakukan oleh sayap militer dari gerakan separatis di Papua, Udam memperkirakan akan ada operasi di wilayah di mana terjadi gangguan keamanan.

Karena itu, dia berkali-kali mengingatkan aparat keamanan untuk bisa menahan diri untuk berlebihan bertindak, karena bisa menciderai perasaan rakyat yang tidak berdosa, yang kemudian berbuntut pada antipati.

Dia menyarankan aparat TNI-Polri untuk lebih mengedepankan pendekatan persuasif dan bukan menggunakan pendekatan militer dalam menangani kasus di Kabupaten Puncak dan Puncak Jaya.

Pers terus memantau perkembangan di Papua hingga Jumat siang melaporkan, delapan anggota TNI menjadi korban penyerangan, sementara di pihak warga sipil dikabarkan dua orang menjadi korban.

Sementara Komnas HAM Papua, lanjut Udam, diingatkan untuk cepat bereaksi atas kasus itu dengan melakukan langkah-langkah yang bisa meredam meluasnya eskalasi keamanan di seluruh wilayah Papua.

Udam menyampaikan keprihatinan atas korban baik di pihak militer maupun warga sipil dan mendesak berbagai pihak terkait di Papua untuk segera urung rembuk, menyelesaikan persoalan sesegara mungkin, agar tidak meluas menjadi konflik terbuka.

Menurut dia, konflik hanya akan menghambat upaya dan niat bersama untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai kebijakan yang berpihak pada orang Papua, seperti penggelontoran dana otonomi khusus (Otsus) dan ruang demokrasi yang belakangan ini mulai berkembang kondusif.
(Editor : I.K. Sutika)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026