
Dua Pemuda Tewas Dalam Kasus Sengketa Lahan

Mamuju (Antara News) - Kantor Kesatuan Bangsa dan Linmas Politik Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, mengungkapkan, dua pemuda yang tewas di Desa Barakkang murni akibat sengketa lahan dan bukan karena konflik tapal batas.
"Tidak benar jika dua orang yang tewas ini akibat konflik batas wilayah antara Desa Bojo dan Desa Barakkang, melainkan akibat persoalan sengketa lahan kebun yang terjadi sebulan yang lalu," kata Sekretaris Kesbangpol Mamuju, Zakaria di Mamuju, Selasa.
Menurut dia, opini berkembang di masyarakat bahwa peristiwa berdarah itu akibat adanya konflik batas wilayah. Ini perlu dilakukan klarifikasi bahwa sebetulnya korban yang tewas itu secara kebetulan seorang warga Barakkang dan seorang warga asal Desa Bojo.
"Isu ini telah berhembus luas di masyarakat Mamuju bahwa jatuhnya kedua belah pihak akibat persoalan batas wilayah. Sekali lagi itu tidak ada karena kami sendiri telah turun tangan bersama aparat Polres Mamuju," ujarnya.
Zakaria menyampaikan, pemerintah bersama aparat Polres Mamuju telah melakukan langkah antisipasi untuk mendamaikan persoalan ini.
"Pemerintah dan Polres sudah bekerja dengan memanggil perwakilan tokoh masyarakat Desa Barakkang dan Desa Bojo. Ini kita lakukan untuk menghindari adanya profokator yang sengaja ingin meperkeruh suasana," katanya.
Sementara itu Kabag Ops Polres Mamuju, Ibda Jamaluddin, mengatakan, persoalan antara masyarakat Desa Barakkang dan Desa Bojo telah tertangani.
"Kami telah melakukan berbagai langkah untuk meredam persoalan di Barakkang. Termasuk memanggil para tokoh masyarakat kedua belah pihak," katanya.
Untuk itu kata dia warga Desa Barakkang dan Desa Bojo diharapkan tidak terjebak dengan isu sehingga tidak memicu terjadinya konflik berkepanjangan.
Dalam kesempatan yang berbeda Bupati Mamuju, Suhardi Duka, juga telah menyampaikan pihaknya telah melakukan upaya mediasi untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi di Barakang, sekitar 60 kilometer dari kota Mamuju.
Bupati mengatakan konflik ini harus diselesaikan secepatnya sebelum menimbulkan polemik berkepanjangan.
"Saya akan memediasi masalah ini dengan berdiri digaris yang bijak. Penanganan persoalan sengketa apa pun harus melahirkan penyelesaian tanpa ada yang merasa dirugikan," katanya.(Editor : Kaswir)
Pewarta : Aco Ahmad
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
