
Kanwil Kemenkumham Sulsel bekali SDM UPT kompetensi teknis

Makassar (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sulawesi Selatan menggelar worskhop penerapan manajemen risiko untuk membekali sumber daya manusia (SDM) Unit Pelaksana teknis (UPT) di Kabupaten/Kota dengan materi kompetensi teknis.
"Kegiatan yang digelar Kanwil Kemenkumham Sulsel menunjukan terobosan tata nilai Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan, dan Inovatif (PASTI) di poin Sinergitas," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham Heni Yuwono saat membuka Workshop Penerapan Manajemen Risiko, pra rekonsiliasi laporan keuangan semester II TA 2022, Analisis Kebutuhan anggaran sarana dan prasarana UPT tahun 2024, dan Rapat kerja teknis pemasyarakatan di salah hotel di Makassar, Rabu (18/1).
Heni juga mengapresiasi kepemimpinan kolektif kolegial yang diterapkan Liberti Sitinjak selaku Kakanwil Kemenkumham Sulsel.
"Kita tidak mungkin bekerja sendiri. Inilah bukti implementasi sinergitas yang telah dilakukan di Sulsel," ujarnya.
Heni mengingatkan arahan Menkumham Yasonna H Laoly bahwa Kemenkumham konsisten mendapatkan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Untuk itu, Heni meminta peran serta kinerja pegawai Kanwil untuk mengoptimalkan serapan anggaran.
Sementara itu, Kakanwil Kemenkumham Sulsel Liberti Sitinjak mengatakan kepemimpinan yang telah dijalankan selama ini yaitu kolektif kolegial sesuai jargon Kemenkumham sinergi.
"Melalui jargon sinergitas inilah beberapa kegiatan Divisi dilakukan secara bersama sama," kata Liberti.
Liberti juga memberi apresiasi pada seluruh jajaran UPT yang berkontribusi mengantarkan Kanwil Susel peringkat pertama serapan anggaran 99,61 persen pada 2022.
Menurut dia, tahun lalu telah dibentuk tim 9 dalam upaya percepatan penyerapan anggaran sehingga setiap bulan dilakukan evaluasi apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan. Lalu berkembang menjadi Tim Coach 42 sesuai dengan DIPA yang ditangani yaitu 42 DIPA.
"Ini kami lakukan untuk mempertahankan nomor 1 serapan anggaran. Inilah prestasi kita." kata Kakanwil.
Liberti meminta 2023 menjadi tahun prestasi untuk Kemenkumham Sulsel dan Pimpinan UPT menjadi teladan bagi jajarannya.
"Ikan tidak pernah busuk dari ekor. Jika pimpinan bisa menjadi teladan, anak buah pasti ikut teladan. Saya sering katakan kehadiran pimpinan adalah solusi, bukan mencari masalah," pesan Liberti.
Sedangkan, Ketua Panitia Pelaksana yang juga Kepala Divisi Administrasi Indah Rahayu Ningsih dalam laporannya merinci tujuan semua empat kegiatan gabungan divisi yaitu pertama Pra Rekonsiliasi untuk memperoleh laporan keuangan yang akuntabel dan berkualitas sesuai akuntansi pemerintah sehingga laporan keuangan dapat mempertahankan WTP atas laporan kementerian keuangan.
Kedua Workshop Manajemen Risiko pada satker untuk meningkatkan pemantauan dan evaluasi serta tercapainya tujuan organisasi sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.
Ketiga Analisis Kebutuhan Sarpras bertujuan untuk pendampingan dan supervisi terhadap usulan kebutuhan sarana dan prasarana di UPT aar seluruh usulan sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang ditetapkan.
Terakhir Rakernis Pemasyarakatan diharapkan ke UPT Pemasyarakatan memiliki komitmen bersama dan pandangan dalam tiga kunci pemasyarakatan dan back to basic.
Kegiatan ini dirangkaikan pemberian penghargaan kepada 10 UPT terbaik dalam capaian Kinerja Pelaksana Anggaran TA 2022 yakni Rutan Selayar, Rupbasan Makassar, Rudenim Makassar, Rutan Jeneponto, Rutan Pangkep, Bapas Watampone, Rutan Masamba, Lapas Watampone, Rutan Enrekang, dan Peringkat Pertama yaitu Rutan Pinrang.
Penilaian ini berdasarkan 3 aspek penilaian yaitu penyerapan anggaran, nilai IKPA, dan nilai capaian SMART.(*/Inf)
Pewarta : Darim
Editor: Redaktur Makassar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
