
Wabub minta RSUD Mamuju mengoptimalkan standar layanan kesehatan

Mamuju, Sulbar (ANTARA) - Wakil Bupati Mamuju Provinsi Sulawesi Barat Ado Mas'ud meminta Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mamuju mengoptimalkan standar layanan kesehatan sehingga kebutuhan dokter spesialis di rumah sakit milik pemerintah daerah itu dapat terpenuhi.
"Minimal, mengurangi potensi rujukan ke rumah sakit lain atau ke luar daerah," katanya di Mamuju, Senin.
Selama ini, katanya, pasien yang membutuhkan penanganan dokter spesialis, khususnya yang belum ada di RSUD Mamuju terpaksa dirujuk ke rumah sakit lain bahkan ke rumah sakit di Makassar Sulawesi Selatan.
"Salah satu faktor kita merujuk karena dokter spesialis tidak ada dan alat kesehatan yang minim," katanya.
Pemkab Mamuju, kata dia, terus mendorong pihak manajemen RSUD Mamuju untuk meningkatkan kualitas SDM dan ketersediaan alat kesehatan sehingga tidak ada lagi pasien yang harus dirujuk ke rumah sakit lain.
Apalagi, RSUD Mamuju telah menerapkan Badan Layanam Umum Daerah (BLUD) secara penuh sehingga Ado Mas'ud mendorong pihak manajemen memaksimalkan pengelolaan agar dapat memenuhi standar layanan kesehatan secara optimal.
"Tipe rumah sakit kita itu sudah otonom dan telah menerapkan BLUD sehingga terkait dengan dokter tentu terkait dengan penganggaran. Jadi kami sudah sampaikan ke direktur rumah sakit untuk memenuhi standar layanan itu," kata Ado Mas'ud.
RSUD Mamuju memiliki fasilitas 16 kamar dan 75 tempat tidur serta 28 orang dokter, sebanyak 18 diantaranya dokter spesialis.
Ke-18 dokter spesialis di RSUD Mamuju tersebut, yakni dua dokter spesialis bedah, tiga dokter spesialis obgyn, tiga dokter spesialis THT, dua spesialis anak dan masing-masing satu dokter spesialis saraf dan mata.
Kemudian, masing-masing satu dokter spesialis dermatologi dan venereologi, patologi klinik, pranata labkes, orthopedi, rehabilitasi medik serta dokter spesialis penyakit dalam.
Pewarta : Amirullah
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
