
Wali Kota Makassar berharap semua OPD kolaborasi capai PAD Rp2 triliun

Makassar (ANTARA) - Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengharapkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengambil peran dan berkolaborasi satu sama lain dalam mencapai target Penerimaan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp2 triliun.
"Kalau bersama-sama, saya yakin apapun yang ditargetkan akan tercapai. Karena itu, saya berharap semua OPD bisa berkolaborasi dalam mencapai target PAD Rp2 triliun," ujarnya melalui keterangan pers yang diterima di Makassar, Jumat.
Danny -- sapaan akrab Ramdhan Pomanto saat membuka rapat koordinasi pendapatan di Badung, Bali, mengatakan ada tiga potensi besar dalam pendapatan yakni perparkiran, reklame, dan makan-minum.
Ia pun meminta semua jajarannya agar ketiga sektor pendapatan itu segera dimaksimalkan demi tercapainya target Rp2 triliun yang sebelumnya Rp1,3 triliun.
"Ini bukan rapat biasa, ini rapat koordinasi. Kenapa penting pendapatan, dalam pengalaman dua periode, kinerja utama Pemda ada dua hal yang diutamakan, yakni meningkatkan pendapatan dan belanja yang makin hari makin rapi. Itu saja," katanya.
Danny menerangkan perlu adanya integrasi dan akselerasi program pendapatan yang harus betul-betul terkoordinasi dengan baik.
Menurut dia, untuk mencapai PAD Rp2 triliun, ada dua poin penting yang harus digarisbawahi, pertama harus me-resetting total sistem pendapatan. Kedua, mengonsep kembali sistem secara terpadu.
Poin penting lainnya, kata dia, digitalisasi pendapatan wajib tanpa terkecuali di semua sisi. Apalagi sebelumnya Makassar menjuarai TP2DD zona Indonesia Timur.
Kemudian, digitalisasi itu harus membangun big data atau data bersama. Misalnya, data mengenai retribusi sampah, hitungan PBB, menjadi satu data.
"Saya berharap one day Rakor ini harus terwujud sistemnya," tuturnya.
Danny menuturkan bahwa pajak dari aspek makan minum harus segera dilakukan revolusi pendapatan, juga reklame dan perparkiran.
Dari tiga aspek penting itu, dia menyebutkan baru 50 persen potensi yang digali. Sementara masih ada 50 persen lainnya dari bidang yang sama bahkan di sektor lainnya butuh eksplorasi serta inovasi.
"Untuk pajak makan-minum itu saya dengan Bapenda sudah berdiskusi dengan pemilik sistem yang bisa membangun kesadaran dan pengawasan pajak dari masyarakat. Insya Allah alat ini maksimal," sebutnya.
"Nanti kita buat sistem setiap pembelanjaan Rp 10 Ribu dapat satu nomor kupon yang diundi per bulan dan per tahun dengan hadiah yang menarik. Sehingga orang selalu ambil bill-nya. Dengan begitu orang merasa tidak sia-sia dan pasti meminta struknya," sambungnya.
Berikutnya soal reklame, tercatat baru sekitar 30 persen yang dieksplorasi. Olehnya akan dibuat teknik manajemen yang baru. Dimulai dari ruas jalan Landak, Rappocini, Sungai Saddang Baru, dan di sudut-sudut kota.
Timnya akan mencoba mengukur berdasarkan panjang jalan dan periodikal reklame dan perhitungan digital. "Jika dibuat dengan sistem digital kita bisa melipatgandakan sampai 300 persen," ucapnya.
Sedangkan perparkiran, dalam hitungannya dengan jumlah 1,5 juta kendaraan roda dua dan 400 ribu mobil kontribusinya sudah mencapai Rp1 triliun.
"Itu hanya parkir. Masa tidak dapat Rp500 miliar. Makanya ini PD Parkir perlu dibantu. Saya harap seluruh OPD untuk bantu parkir. Saya langsung pimpin agar ada revolusi perparkiran dan menjadi fokus kita," katanya.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
