
Perdamaian Topik Utama Pertemuan CAPDI

Makassar (ANTARA Sulsel) - Perdamaian akan menjadi salah satu topik utama pada The Second General Assembly of Centrist Pacific Democrats International (CAPDI) di Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), 20-21 Mei 2013.
Steering Commite pertemuan CAPDI, Iskandar Mandji di Makassar, Kamis, menjelaskan, tiga tokoh dunia yang dijadwalkan memberikan masukan terkait langkah-langkah perdamaian adalah Wakil Perdana Menteri Kamboja HE Sok An, mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra dan Chairman CAPDI HM. Jusuf Kalla.
Ketiganya, dinilai berpengalaman dalam menangani konflik baik internal atau di dalam negeri dan terlibat dalam upaya perdamaian di luar negeri.
Anggota steering commite lainnya, Yasril Ananta, mengatakan, pertemuan para tokoh negara-negara Asia Pasific ini juga akan mendiskusikan perubahan iklim, ekonomi dan beberapa persoalan kawasan yang menjadi perhatian.
Pertemuan informal para tokoh dunia yang untuk pertamakalinya digelar di Makassar ini, akan menghasilkan kurang lebih 20 butir deklarasi yang akan disebut "Makassar Declaration" tentang langkah-langkah penanganan yang harus segera dilakukan.
Pertemuan ini merupakan kesinambungan dari tiga pertemuan sebelumnya yang masing-masing digelar di Manila, Philipina, Jakarta, Indonesia dan Phnom Penh, Kamboja.
Sejumlah tokoh dunia anggota organisasi ini dijadwalkan akan tiba di Makassar pada 19 Mei 2013. Tidak hanya anggota, dari sekitar 60 undangan, terdapat juga sejumlah undangan non anggota.
Beberapa tokoh yang dijadwalkan hadir adalah Perdana Menteri Kamboja, Samdech Techo Hun Sen, Wakil Perdana Menteri Kamboja, HE Sok An serta Wakil Presiden Philipina, Jejomar Binay.
Tokoh lainnya yang diundang yakni, Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Dr. Mohammad Najib bin Tun Razak, mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra, Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao dan tokoh perdamaian, Aung San Suu Kyi, mantan Presiden Philipina Fidel Ramos dan tokoh penting lainnya.
Editor : Agus Setiawan
Pewarta : Riesmawan Yudhatama
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
