
Distanak Sulbar Manfaatkan Lahan Kering 163.000 Hektar

"Saya pesisimis target peningkatan produksi satu juta ton tidak akan tercapai apabila kita tidak memanfaatkan padi lahan kering menjadi areal persawahan minimal 163.000 hektare," kata dia.
Mamuju (ANTARA Sulbar) - Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Sulawesi Barat, berjanji akan memanfaatkan lahan kering seluas 163 hektare dalam rangka mencapai peningkatan produksi Gabah Kering Giling (GKG) hingga satu juta ton di tahun 2014.
"Pemerintah provinsi (Pemprov) Sulbar telah menargetkan bisa mencapai 1 juta ton. Makanya, kami merancang untuk memanfaatkan pengelolaan lahan kering menjadi areal produksi tanaman padi," kata Kepala Distanak Sulbar, Muhammad Abduh di Mamuju, Rabu.
Menurutnya, pemanfaatan lahan kering mutlak dilakukan dalam menopang peningkatan produksi dan produktifitas hasil tanaman padi di Sulbar khususnya mengejar target satu juta ton produksi GKG tahun 2014.
"Saya pesisimis target peningkatan produksi satu juta ton tidak akan tercapai apabila kita tidak memanfaatkan padi lahan kering menjadi areal persawahan minimal 163.000 hektare," kata dia.
Karena itu kata dia, pemprov Sulbartelah merancang strategi peningkatan produktivitas melalui penggunaan benih unggul bersertifikat untuk padi sawah da padi lahan kering.
Kemudian kata Abduh, penggunaan pupuk untuk padi sawah maupun padi lahan kering, SLTTP untuk padi sawah maupun padi lahan kering serta melaksanakan GP3K (Gerakan Peningkatan Produksi berbasis Korporasi), melakukan perluasan areal tanam dan penurunan losses sekitar 2 persen.
"Kegiatan GP3K ini bakal dilaksanakan oleh PT Pupuk Kaltim dalam mendorong peningkatan produktifitas pertanian kita. Ini akan membantu kita dalam mengejar target satu juta ton," ujarnya.
Strategi lain yang akan diterapkan dalam meningkatkan produktivitas tanaman padi yakni peningkatan Indeks Pertanaman (IP) dari 113 persen bakal diupayakan ditingkatkan menjadi IP 150 persen.
"Selama ini IP di Sulbar baru tercapai sekitar 13 persen dari total areal persawaha yang ada di daerah ini. Ini artinya dari luas lahan yang ada baru sekitar 113 persen yang tercapai atau masih banyak lahan yang belum dimanfaatkan," ujarnya.
Abduh menyampaikan, pemerintah pusat juga diharapkan membantu untuk percetakan sawah baru di tahun 2014, dalam rangka peningkatan produksi tanaman padi.
"Tahun ini pemerintah pusat meniadakan bantuan percetakan sawah baru. Makanya, kita berharap tahun depan ada bantuan percetakan sawah dalam menopang surplus beras secara nasional hingga 2014," ungkap Abduh. Setiyono
Pewarta : Aco Ahmad
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
