
Lima SMP di Sulsel Belum Ketahui Hasil UN

Makassar (ANTARA Sulsel) - Lima sekolah menengah pertama (SMP) di Sulawesi Selatan belum mengetahui hasil ujian nasional (UN) tahun ini, padahal pengumuman hasil UN telah di keluarkan Panitia UN Nasional.
"Kelima sekolah itu diantaranya SMP Negeri 3 Sinjai, SMP Negeri 12 Makassar, SMP Negeri 3 Makassar, SMP Negeri 2 Maros, dan SMP Negeri 4 Awangpone Bone," kata Ketua Panitia UN Sulsel, Saleh Gottang di Makassar, Senin.
Hasil ujian nasional ke lima sekolah tersebut, ungkap dia dilaporkan mengalami kerusakan akibat sistem komputerisasi yang digunakan Panitia UN Nasional untuk mendata hasil itu mengalami kerusakan.
Namun, ungkap dia hasil UN kali ini, prestasi cukup membanggakan diperoleh dari siswa siswi Madrasah Tsanawiah dari 17.562 yang ikut UN, yang tidak lulus hanya tercatat 1.048 siswa saja.
Data awal Diknas Sulsel merinci lima kabupaten/kota yang hasil sementara UN cukup buruk terjadi di Kabupaten Bantaeng dengan persentasi ketidaklulusan 27,85 persen, disusul Maros 12,67 persen, kemudian Sinjai 11,55 persen, Barru 10,99 persen dan Makassar 10,06 persen.
Hasil UN-SMP sederajat di Sulsel 2009 diakui mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya, data sementara yang telah masuk ke Diknas Sulsel menyebutkan pada tahun ini angka ketidak lulusan siswa di Sulsel hanya mencapai 6,26 persen atau 7.000 siswa lebih.
Jumlah ini, lanjut dia menurun sekitar 9 persen bila dibandingkan dengan hasil UN-SMP 2008 lalu yang mencapai 16,04 persen atau sekitar 16.000 peserta UN. Meski demikian, data ini diakui belum termasuk lima sekolah lain di Sulsel yang belum diserahkan Panitia Ujian Nasional Pusat.
Padahal, jumlah kepesertaan siswa UN-SMP tahun ini tercatat 120 ribu siswa lebih atau meningkat sekitar 9 ribu siswa lebih dari 2008 yang hanya sebanyak 111 ribu siswa lebih. Data Diknas Sulsel juga menyebutkan hasil ujian nasional terbaik di Sulsel diraih Kabupaten Enrekang dengan persentase ketidak lulusan mencapai 1,24 persen,
Pemerintah provinsi Sulsel telah menegaskan, bagi siswa yang dinyatakan tidak lulus ujian nasional tahun ini dapat tetap mengikuti ujian paket B, meskipun pihak diknas sendiri mengaku belum mengetahui jadwal pasti pelaksanaan ujian tersebut.
"Kami sarankan agar siswa yang tidak lulus segera berkoordinasi dengan pihak sekolah," ujarnya.
(T.PK-HK/S016)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
