
RT/RW Samakan Persepsi Untuk Program Rp1 Miliar

"Paling lambat bulan Oktober semua programnya sudah masuk di pemerintah kota karena November akan diusulkan ke DPRD untuk mendapatkan persetujuan," tambahnya
Makassar (ANTARA Sulsel) - Pemerintah Kota Makassar dalam merealisasikan program Rp1 miliarnya per kelurahan mengharapkan kepada seluruh rukun warga dan rukun tetangga (RT/RW) agar menyamakan persepsi dalam merumuskan program pembangunan demi kemaslahatan masyarakat.
"Untuk tahun ini, kita sudah realisasikan program Rp500 juta per kelurahan dan tahun depan akan dinaikkan Rp1 miliar tetapi sebelum anggaran itu digunakan harus dilaksanakan forum rembuk antar RW dan RT dengan menghadirkan seluruh komponen masyarakat sebelum program-program dilaksanakan," tegas Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin di Makassar, Jumat.
Ia mengungkapkan, program pemerintah tepat sasaran berawal dari ide orientasi masyarakat yang menyebutkan musyawarah perencanaan dan pembangunan (Musrembang) yang setiap tahunnya dilaksanakan itu beberapa programnnya tidak terealisasikan secara maksimal.
Karena itu, Pemkot Makassar kemudian melakukan telaah dan pengkajian hingga akhirnya dirumuskan program pemerintah tepat sasaran dengan menganggarkan Rp500 juta per kelurahan.
"Sekarang pola akan dibalik, agar bisa lebih maksimal dan setiap kelurahan tersentuh APBD, setiap kelurahan di tahun 2014 akan dialokasikan Rp1 miliar di tiap kelurahan yang ditahun ini telah dialokasikan Rp500 juta per kelurahan" ungkapnya.
Sehingga dihimbau kepada seluruh Ketua RT dan RW, duduk bersama dengan Lurah, tokoh masyarakat, serta LSM di masing-masing kelurahan untuk merumuskan program yang akan dilaksanakan untuk tahun 2014.
"Paling lambat bulan Oktober semua programnya sudah masuk di pemerintah kota karena November akan diusulkan ke DPRD untuk mendapatkan persetujuan," tambahnya
Hal serupa diungkapkan oleh Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat selaku pelaksana kegiatan Andi Irwan Bangsawan yang menyatakan kegiatan ini untuk mensinergiskan antara prioritas kebutuhan tiap kelurahan dengan pemerintah Kota Makassar.
Sebelumnya, sebanyak 143 Kelurahan di Makassar pada Tahun Anggaran 2014 akan mendapatkan kucuran dana sebesar Rp1 miliar yang diambil dari pos Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Makassar.
"Anggaran sebesar Rp1 miliar yang diambil dari APBD untuk semua kelurahan di Makassar dimaksudkan untuk melakukan percepatan dan pemerataan pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur," ujar Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin di Makassar.
Ia menyatakan, proyek pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur di 143 kelurahan itu dilakukan setelah dirinya melakukan uji coba pada TA 2013 dengan anggaran sebesar Rp500 juta per kelurahan.
Anggaran ini kemudian diusulkan meningkat dua kali lipat pada tahun anggaran mendatang jika memang terbukti cukup efektif karena pembangunan itu akan langsung dikelola oleh setiap kelurahan yang sudah mengetahui infrastruktur apa yang dibutuhkan untuk menjadi skala prioritas.
"2012 lalu, kita coba susun anggaran Rp500 juta untuk setiap kelurahan yang dialokasikan pada anggaran tahun 2013 ini. Jika pendekatan pembangunan ini nanti terbukti memiliki dampak maksimal yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, maka kita sudah ancang-ancang untuk tahun depan meningkatkan anggarannya menjadi Rp1 miliar," katanya.
Ilham mengaku jika di sejumlah kelurahan, anggaran Rp1 miliar mungkin nilainya dianggap besar dan banyak hal yang bisa dilakukan di kelurahan yang bersangkutan.
Tapi di sejumlah kelurahan lainnya nilai Rp1 miliar mungkin dianggap sedikit. Untuk itu, kelurahan-kelurahan yang membutuhkan perhatian lebih serius akan dibantu oleh program-program dari SKPD lain.
"Kami ingin ini ril berjalan sehingga ke depan tidak ada lagi asumsi yang berkembang bahwa musrembang hanyalah kegiatan asal-asalan dari pemerintah yang tidak memberikan nilai manfaat langsung kepada masyarakat," ucap Wali Kota Makassar dua periode itu.
Selama ini, lanjut Ilham, banyak tokoh masyarakat, tokoh LPM kita yang menganggap bahwa Musrembang hanyalah pertemuan sinkronisasi yang tidak memberikan dampak pembangunan yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat yang ada di 143 kelurahan. Agus Setiawan
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
