
Komunitas Anak Perumnas Dukung Pasangan DIA

"Alasan kami sederhana. Pasangan Danny-Deng Ical yang berasal dari anak lorong memiliki visi yang jelas dan mengetahui serta memahami aspirasi anak lorong,"ujar Inisiator komunitas, Ahmad Bahari di Makassar, Jumat.
Makassar (ANTARA Sulsel) - Pasangan Bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto-Syamsu Rizal MI (DIA), kembali mendapat dukungan komunitas anak muda Perumahan Nasional (Perumnas).
"Alasan kami sederhana. Pasangan Danny-Deng Ical yang berasal dari anak lorong memiliki visi yang jelas dan mengetahui serta memahami aspirasi anak lorong,"ujar Inisiator komunitas, Ahmad Bahari di Makassar, Jumat.
Ia menyebutkan, komunitas ini terbentuk usai melaksanakan salat Jumat di Masjid Nurul Hijrah, kompleks Perumnas, Kelurahan Kassi-Kassi dengan beranggotakan ratusan orang pemuda.
Selain itu Ahmad mengatakan, berkumpulnya anak lorong di Perumnas untuk berjuang memenangkan pasangan DIA karena memang cara spontanitas dan bukan tanpa alasan.
Karena itu, dari komunitas anak lorong Perumnas ini, kata dia, akan menyebar serta akan melakukan sosialisasi mengajak anak lorong lainnya di Kota Makassar untuk bersatu guna menyatukan visi yang sama, memajukan lorong-lorong menjadi lebih baik serta menjadi sebuah kebanggaan .
Alumni Fisip Unhas ini juga menambahkan, anak lorong di Perumnas menyatukan tekad memenangkan DIA karena sosok sederhana, lahir dari keluarga biasa, bukan dari kalangan pejabat maupun penguasa.
"Figur DIA bukan sosok yang haus kekuasaan. Tidak meninggalkan amanah yang ada demi mengejar jabatan lebih tinggi. Figurnya kedua orang muda ini sudah sehat, energik dan sangat bersemangat dan paling cocok memimpin Kota menjadi dua kali tambah baik" kata pria yang akrab dipanggil Anconk.
Pemilihan Wali Kota Makassar pada 18 September 2013, namun KPU Makassar sampai saat ini belum menetapkan 10 Pasang Bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar sebagai calon. Agus Setiawan
Pewarta : Darwin Fatir
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
