
PDI-P Kecam Tindakan Oknum Brimob

"Kami sangat menyesalkan tindakan kejam yang dilakukan oleh oknum anggota Brimob itu. Tak ada alasan untuk tidak diusut secara tuntas," kata Ado` Masud saat mengunjungi korban di RSUD Mamuju, Jumat.
Mamuju (ANTARA Sulbar) - Wakil Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDI-P Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Ado Mas`ud, mengecam penembakan kader partai itu oleh oknum anggota Brimob Kompi B Kota Pare-Pare, Sulawesi Selatan.
"Kami sangat menyesalkan tindakan kejam yang dilakukan oleh oknum anggota Brimob itu. Tak ada alasan untuk tidak diusut secara tuntas," kata Ado` Masud saat mengunjungi korban di RSUD Mamuju, Jumat.
Menurut dia, korban saat ini masih meringis kesakitan setelah sebutir peluru dikeluarkan dari betis kanannya.
"Tim medis telah berhasil mengeluarkan proyektil yang sempat bersarang di betis korban. Setelah ini kami akan membentuk tim investigasi atas kasus yang menimpa kader PDI-P," katanya.
Masud mengatakan, korban penembakan, Alamsyah Arifin, yang juga caleg PDIP Mateng, akan dilakukan pendampingan agar kasus tersebut diusut setuntas-tuntasnya.
Alamsyah Arifin menyampaikan, empat anggota Brimob Kompi B Kota Pare-Pare ini diperbantukan FIF, salah satu perusahaan dealer motor, untuk menarik kredit macet.
"Sekitar pukul 16.00 Wita, Kamis (22/8), satu dari empat anggota Brimob yang berada dalam mobil tiba-tiba melepaskan tembakan mengarah ke kaki kanan saya," kata Alamsah Arifin.
Menurut dia, dirinya terkejut karena tiba-tiba seorang dari empat oknum Brimob yang mengendari mobil tiba-tiba melepaskan tembakan dari jarak sekitar 10 meter.
"Tindakan oknum Brimob ini tak bisa dibiarkan. Makanya kami minta agar pelaku dijerat hukuman setimpal," ujarnya.
Ia mengemukakan, dirinya juga bingung kenapa oknum anggota Brimob semena-mena melepaskan tembakan ke warga sipil, apalagi, selama ini ia tak merasa berhubungan dengan anggota Brimob, apalagi dengan pihak perusahaan kredit kendaraan.
"Mungkin saja ada target lain. Namun apa pun alasannya tindakan oknum Brimob tidak bisa dibenarkan," ujarnya.
Sementara itu, jajaran Polres Mamuju yang berusaha dikonfirmasi masih terkesan menutupi kasus yang menimpa warga sipil di daerah ini.
"Kami juga baru datang. Kami belum mengetahui secara pasti dan kronologis atas peristiwa penembakan warga sipil di daerah Pontanakayyang, Kecamatan Budong-Budong, Mateng. Sabar saja, semuanya akan kita informasikan setelah pelaku diamankan," kata Wakapolres Mamuju AKP Hardedi. Kaswir
Pewarta : Aco Ahmad
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
