
PKS Sulbar Manfaatkan Media Sosial

"Calon legislatif (Caleg) yang diusung PKS ikut memanfaatkan menjamurnya media sosial untuk menyampaikan gagasan selaku kader partai seperti via facebook maupun blackberry," kata Sekretaris DPW PKS Sulbar, Hajrul Malik di Mamuju, Jum`at.
Mamuju (ANTARA Sulbar) - Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Sulawesi Barat, memanfaatkan media sosial untuk melakukan kampanye ke masyarakat jelang pemilihan legislatif April 2014 yang akan datang.
"Calon legislatif (Caleg) yang diusung PKS ikut memanfaatkan menjamurnya media sosial untuk menyampaikan gagasan selaku kader partai seperti via facebook maupun blackberry," kata Sekretaris DPW PKS Sulbar, Hajrul Malik di Mamuju, Jum`at.
Menurutnya, fenomena media sosial yang kian menjamur harus dimanfaatkan secara maksimal untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat.
"Pada Pemilu 2009 belum menjamur media sosial. Berbeda pada Pemilu 2014, banyak cara untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat," jelasnya.
Karena itu, kata dia, peluang untuk meraih hasil positif pada Pemilu legislatif (Pileg) tahun depan sedikitnya ada perubahan signifikan dalam hal perebutan suara.
"PKS yakin bisa memperbaiki peringkat pada Pileg tahun depan. Apalagi, berkurangnya peserta pemilu menjadi harapan partai ini mampu meningkatkan perolehan suara," kata Hajrul yang juga anggota DPRD Mamuju selama dua periode ini.
Selain itu, kata dia, fenomena menjamurnya warung kopi juga dimanfaatkan untuk menyampaikan gagasan para caleg PKS.
"Warkop merupakan sumber inspirasi untuk melahirkan ide-ide kretaif. Makanya, kader PKS setiap saat memanfaatkan warkop untuk berdiskusi dengan masyarakat," ungkap Hajrul.
Hajrul menuturkan, partai agamais ini merasa optimis tinggi mampu bersaing dengan partai Golkar, demokrat maupun partai lainnya pada Pileg 2014.
Jika melihat komposisi caleg yang akan diusung PKS, kata dia, maka target tiga besar pada pileg diyakini mampu terpenuhi. Agus Setiawan
Pewarta : Aco Ahmad
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
