Logo Header Antaranews Makassar

NTP Sulbar Meningkat 0,28 Persen

Selasa, 1 Oktober 2013 20:50 WIB
Image Print
"Kondisi perkembangan NTP pada September 2013 mengalami peningkatan apabila dibandingkan kondisi NTP bulan sebelumnya," kata Kepala BPS Sulbar, Setianto di Mamuju, Selasa.

Mamuju (ANTARA Sulbar) - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Sulawesi Barat pada September 2013 mencapai angka sebesar 103,26 atau meningkat hingga 0,28 persen dibandingkan NTP Agustus 2013 sebesar 102,97.

"Kondisi perkembangan NTP pada September 2013 mengalami peningkatan apabila dibandingkan kondisi NTP bulan sebelumnya," kata Kepala BPS Sulbar, Setianto di Mamuju, Selasa.

Menurutnya, beberapa subsektor yang menopang NTP Sulbar meningkat diantaranya subsektor Tanaman Pangan (NTP-P) 82,44, Subsektor Hortikultura (NTP-H) 88,70, Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTP-R) 133,48, Subsektor Peternakan (NTP-T) 113,38 dan Subsektor Perikanan (NTN) 105,69.

Setianto menyampaikan, hasil pemantauan harga konsumen perdesaan menunjukkan terjadinya deflasi perdesaan di Sulbar pada September 2013 sebesar 0,06 persen.

Secara umum kata dia, dipicu oleh turunnya indeks harga kelompok pengeluaran bahan makanan sebesar 0,43 persen.

Sementara enam kelompok pengeluaran lainnya mengalami inflasi, dimana kelompok pengeluaran makanan jadi sebesar 0,13 persen, kelompok pengeluaran perumahan 0,16 persen, kelompok pengeluaran sandang 0,46 persen, kelompok pengeluaran kesehatan 0,46 persen, kelompok pengeluaran pendidikan, rekreasi dan olah raga 0,76 persen, dan kelompok pengeluaran transportasi dan komunikasi 0,62 persen.

"Inflasi di daerah perdesaan terjadi di 16 provinsi, tertinggi di Kalimantan Barat 0,49 persen dan terendah di Papua Barat 0,01 persen.," jelasnya.

Sementara itu menurut Setianto, deflasi terjadi di 16 provinsi, tertinggi di Gorontalo -0,50 persen dan terendah di Bali -0,03 persen.

"Deflasi yang terjadi di Sulbar sebesar 0,06 persen, menempatkan daerah ini berada pada urutan ke-13 dari 16 provinsi provinsi yang mengalami deflasi," ungkapnya lagi.

Untuk skala nasional kata dia, NTP bulan September 2013 sebesar 104,56 dan mengalami inflasi perdesaan sebesar 0,08 persen. M Taufik



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026