
Unhas Dorong Pengembangan Ternak Secara Internasional

"Kegitan ini untuk mengangkat kembali kepopuleran ternak kerbau di Sulawesi Selatan baik menjaga populasinya maupun sebagai maskot Sulsel yang terkenal dengan kerbau putih seperti di Tana Toraja," kata Dekan Fakultas Peternakan Unhas Prof Dr Asmuddin
Makassar (ANTARA Sulsel) - Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin, Makassar mendorong pengembangan peternakan sapi dan kerbau melalui konferensi internasional "Buffalo International Conference".
"Kegitan ini untuk mengangkat kembali kepopuleran ternak kerbau di Sulawesi Selatan baik menjaga populasinya maupun sebagai maskot Sulsel yang terkenal dengan kerbau putih seperti di Tana Toraja," kata Dekan Fakultas Peternakan Unhas Prof Dr Asmuddin, MSi di Makassar, Senin.
Menurut dia, konfrensi yang dihadiri peserta dari luar negeri diantaranya Jepang, Malaysia, Srilangka dan Filipina itu membahas persoalan ternak besar dari sisi penyebab penurunan produksi maupun upaya mendorong peningkatan populasi.
Dia mengatakan, pentingnya membahas tentang ternak besar kerbau dan sapi itu, mengingat daging kerbau dan sapi merupakan sumber protein hewani yang sangat dibutuhkan manusia dalam tumbuh kembangnya.
Berdasarkan data Kementerian Pertanian diketahui, dalam 10 tahun terakhir terjadi penurunan jumlah tenak kerbau dan sapi sekitar lima persen atau sekitar 78 ribu ekor.
Sementara itu, berdasarkan data BPS Sulsel diketahui jumlah sapi di daerah ini bertambah sebanyak 581 ekor, sehingga angka sementara pada Sensus Nasional Pertanian pada Mei 2013 tercatat sekitar 1,1 juta ekor sapi di Sulsel.
Kondisi tersebut diakuinya cukup menggembirakan dibanding dengan jumlah populasi sapi nasional yang turun sekitar 15 persen atau sekitar 5.000 ekor sapi. Berkaitan dengan hal tersebut, maka dipandang perlu untuk duduk bersama mencari solusi dan sekaligus tukar pengalaman dan informasi dengan negara lain yang juga mengembangkan ternak kerbau dan sapi.
"Semoga melalui konferensi ini dapat diperoleh rekomendasi sebagai acuan untuk meningkatkan sektor perternakan kita dan Indonesia pada umumnya, khusus di bidang ternak besar yakni kerbau dan sapi," kata Asmuddin. N Sunarto
Pewarta : Suriani Mappong
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
