Logo Header Antaranews Makassar

MEUTIA HATTA, PERAN PEREMPUAN BELUM OPTIMAL

Kamis, 20 November 2008 01:20 WIB
Image Print

Makassar, 19/11 (ANTARA) - Peran perempuan dalam mendukung pembangunan di Indonesia dinilai masih lemah, akibat belum terbukanya ruang aspirasi perempuan di negeri ini.

"Tekanan dari berbagai aspek, masih menjadi kendala perempuan untuk berkarya di negeri ini," kata Menteri Pemberdayaan Perempuan, Meutia Hatta saat membuka Muktamar XI Organisasi Otonom Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah di Makassar, Rabu.

Dia mengungkapkan, langkah strategis perempuan pada tahun 2009 sangat dibutuhkan untuk mendukung peningkatan taraf kehidupan perempuan saat ini.

Sehingga, ujarnya, dibutuhkan sejumlah program pemberdayaan perempuan seperti penyediaan fasilitas pendidikan khusus bagi perempuan.

Meutia meminta pengurus Organisasi Nasyiatul Aisyiyah di Sulawesi Selatan, mencegah tenaga kerja wanita (TKW) menjadi pembantu rumah tangga di negeri orang, sebaiknya mereka diberikan kesempatan untuk dapat memperoleh pembinaan yang memiliki keterampilan khusus dan profesional.

Dia mengharapkan, perempuan Indonesia dapat memperoleh hak- haknya sebagai pekerja di tempatnya bekerja seperti memanfaatkan cuti hamil, haid, dan jaminan tidak adanya diskriminasi.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyyah, Din Syamsuddin mengatakan, minimnya peran perempuan dalam pembangunan dipengaruhi karena masih banyaknya kaum perempuan yang belum memanfaatkan peluang yang ada selama ini.

Padahal, ungkapnya, pemerintah telah memberikan kebebasan bagi kaum perempuan untuk ikut berpartisipasi baik dalam bidang sosial, pendidikan, maupun politik. ***7***
(T.PK-HK/B/Z002/Z002) 19-11-2008 22:11:31