Logo Header Antaranews Makassar

Bupati Mamuju Ingatkan Perusahaan Perhatikan CSR

Jumat, 8 November 2013 10:08 WIB
Image Print
"Pengusaha diminta tingkatkan kepekaan sosial melalui kegiatan CSR dan hal itu juga tentu akan membantu pemerintah daerah dalam mendorong percepatan pembhangunan," kata Bupati Mamuju, Jum`at.

Mamuju (ANTARA Sulbar) - Bupati Mamuju, Sulawesi Barat, Drs H Suhardi Duka, mengingatkan kepada perusahaan yang mengelola potensi alam untuk memperhatikan Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat di daerah.

"Pengusaha diminta tingkatkan kepekaan sosial melalui kegiatan CSR dan hal itu juga tentu akan membantu pemerintah daerah dalam mendorong percepatan pembhangunan," kata Bupati Mamuju, Jum`at.

Menurutnya, kepekaan sosial tiap pengusaha dapat lebih ditingkatkan utamanya dalam memperhatikan kesejateraan masyarakat.

Ia menyampaikan, CSR ini sangat perlu dilakukan dan dimiliki oleh perusahaan utamanya yang bergerak dalam pemanfaatan alam seperti pengelolaan sawit, tambang dan pemanfaatan potensi lainnya.

Bupati menggambarkan CSR ibaratnya sama dengan membayar zakat bagi ummat muslim yang hukumnya wajib bagi mereka yang mampu.

"Nah, kegiatan CSR juga diartikan sebagai kewajiban tiap perusahaan untuk mengeluarkan sebagian pendapatan mereka untuk melakukan pembangunan utamanya di lingkungan mereka sendiri," katanya.

Kalau ada keuntungan perusahaan, ujar dia, seharusnya dikeluarkan sedikit, misalkan untuk membangun sarana pendidikan atau yang lainnya, supaya masyarakat juga dapat menikmati hasilnya, karena memang CSR ini adalah bagian tanggung jawab perusahaan terhadap kondisi masyarakat sekitar.

Lebih jauh bupati dua periode ini mengatakan, secara luas kondisi negara ini jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dimana saat ini negara yang dipimpin oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini telah masuk ranking 16 negara-negara besar di dunia.

Bahkan, kata dia, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan dapat menempati urutan kedua dunia.

"Jadi jangan terpengaruh dengan informasi yang menyesatkan bahwa negara kita sedang merosot," ujar Suhardi. Agus Setiawan



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026