
Timsel Siap Buka Hasil Tes Calon Komisioner

"Kami siap membuka seluruh hasil tes yang telah dilakukan kepada 104 calon. Kalapun ada keberatan silahkan datang sendiri tanpa didampingi untuk melihat hasilnya. Kami sarankan agar datang pada tanggal 26 November sebelum tes wawancara yang masuk 20
Makassar (ANTARA Sulsel) - Ketua Tim Seleksi Calon Anggota Komisioner KPU Kota Makassar Prof Armin Arsyad menegaskan siap membuka seluruh hasil tes dalam menentukan 20 besar menyusul adanya calon yang keberatan tidak diloloskan.
"Kami siap membuka seluruh hasil tes yang telah dilakukan kepada 104 calon. Kalapun ada keberatan silahkan datang sendiri tanpa didampingi untuk melihat hasilnya. Kami sarankan agar datang pada tanggal 26 November sebelum tes wawancara yang masuk 20 besar," tutur Armin di Makasar, Rabu.
Disela kegiatan KPU Peningkatan Partisipasi Pemilih di Jakarta,, dia menjelaskan, ada tiga kategori penilaian dalam tes seperti tes tertulis, psikotes dan kesehatan dimana setiap kategori mempunyai poin tersendiri.
"Kami bekerja profesional siang dan malam dan tidak diintervensi siapapun, kalaupun bagus skornya kita luluskan kalau tidak kami gugurkan. Keputusan itu kolektif dengan berpedoman pada hasil skoring dan bukan atas dasar kepentingan serta lainnya," ucap dia.
Terkait dengan salah satu calon diketahui masih menjabat Ketua KPU Makassar Nurmal Idrus dan tidak diloloskan karena menggangap timsel mengugurkan dirinya pada tes kejiwaan, Armin membantah hal itu dengan mengatakan Nurmal jatuh di tes kesehatan.
"Dia (Nurmal) itu tidak lolos di tes kesehatan dan soal itu tanyakan sama yang tes kesehatan, kami sepakat berpedoman pada hasil skor yang diberikan lalu disimpulkan, kalau tes kejiwaan itu masuk dalam tes kesehatan," ucapnya.
Sementara Sekertaris Timsel KPU Dr Firdaus Muhammad menambahkan, Nurmal dinyatakan tidak lulus itu dalam tes kesehatan karena tim pemeriksa memberikan nilai dibawah rata-rata dan dari keseluruhan hanya memperoleh satu bintang sementara persyaratan minimal tiga bintang dan maksimal lima bintang dalam hasil skoring.
"Kalau tidak sehat otomatis kita tidak proses, kita merujuk pada tes lainnya dan hasilnya ada dua disarankan atau tidak disarankan. Metode skoring itu lebih baik dibanding mengunakan keterwakilan," katanya
Dosen Ilmu Politik UIN Alauddin ini berpendapat, Nurmal salah satu orang terbaik dan dinilai layak dan mampu menjadi komisioner karena berhasil menjalankan proses demokrasi Pilkada Kota Makassar aman dan damai, namun itu bukan menjadi ukuran tetapi mengacu pada hasil skoring.
"Kami tidak menafikan adanya unsur keterwakilan baik itu dari akademisi, LSM hingga unsur pers, sekali lagi kita tetap merujuk pada hasil skoring yang dilakukan secara profesional. Calon 20 besar nantinya akan diloloskan 10 besar dan hanya sampai disitu tugas kami, setelah itu diserahkan ke KPU Sulsel untuk menyeleksi lima anggota komisioner," tandasnya.
Sebelumnya, calon anggota komisioner KPU Kota Makassar Nurmal Idrus menyebutkan dirinya tidak diloloskan lantaran gagal dalam tes kejiwaan, kemudian dirinya memberikan pernyataan di media massa dengan membantah bahwa diirinya cukup sehat dalam menjalankan tugas negara sebagai penyelenggara pemilu. Agus Setiawan
Pewarta : Darwin Fatir
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
