
Bupati : Program Siola Perhatian Dunia Internasional

"Di Indonesia sendiri juga menjadi perhatian teman-teman di Bappenas dan bahkan saat ini Mamuju menjadi daerah tujuan studi banding terkait program Siola," ungkap bupati dua periode ini.
Mamuju (ANTARA Sulbar) - Bupati Mamuju, Sulawesi Barat, mengaku bangga karena program Stimulasi Intervensi Optimalisasi Layanan Anak (Siola) ternyata menjadi perhatian di dunia Internasional.
"Program Siola yang kita gagas ternyata menjadi topik perbincangan di kalangan dunia Internasional. Hal ini merupakan kebanggaan karena program ini dianggap jitu untuk mengatasi persoalan anak-anak yang makin kompleks ditengah perkembangan globalisasi," kata Bupati Mamuju, Drs H Suhardi Duka di Mamuju, Sabtu.
Menurutnya, program Siola menjadi isu yang dibahas negara-negara asia seperti di negara India, Phlipina, Thailand, Malaysia, Brunei Darussalam, Australia dan bahkan sebagian negara Eropa turut membahas program Siola.
"Di Indonesia sendiri juga menjadi perhatian teman-teman di Bappenas dan bahkan saat ini Mamuju menjadi daerah tujuan studi banding terkait program Siola," ungkap bupati dua periode ini.
Suhardi mengatakan, program Siola awalnya digagas dengan memantapkan program Posyandu, program KB dan program lainnya untuk kemudian diintegrasikan menjadi program dengan melibatkan LSM Yayasan Pulau Karampuang.
"Saat kita gagas awalnya hanya memanfaatkan dana pribadi saya senilai Rp20 juta. Setelah program ini jalan maka kami masukkan dalam program pemerintah untuk diberikan dukungan anggaran," katanya.
Bukan hanya itu, program Siola juga menggandeng dari kalangan Unicep untuk memantapkan program tersebut.
Bahkan, kata dia, pemerintah RI juga telah memberikan penghargaan Inovasi MDGs Award Tahun 2012 terhadap program Siola.
"Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kategori inovasi terbaik di sektor pengembangan pendidikan," ucap bupati.
Bupati menyampaikan, program Siola fokus menghadapi persoalan kehidupan anak. Usia titik nol hingga enam tahun merupakan masa emas untuk menetukan fisik, mental dan moral anak.
Sehingga kata dia, untuk optimalisasi perkembangan anak maka dibutuhkan banyak stimulai dari keluarga dan lingkungan yang terintegrasi secara baik. Agus Setiawan
Pewarta : Aco Ahmad
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
