Logo Header Antaranews Makassar

Menko Kesra: Solidaritas Penting Tetapi Jangan Anarkis

Sabtu, 21 Desember 2013 20:26 WIB
Image Print
"Kesetiakawanan atau solidaritas itu penting dalam budaya kita, namun jangan berlebihan. Jangan kemudian membabi buta, mengarah pada kekerasan atau anarki," kata Agung di sela-sela peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) di Karebosi, Ma

Makassar (ANTARA Sulsel) - Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengatakan solidaritas atau kesetiakawanan penting ditunjukkan, tetapi jangan sampai mengarah ke tindakan anarki.

"Kesetiakawanan atau solidaritas itu penting dalam budaya kita, namun jangan berlebihan. Jangan kemudian membabi buta, mengarah pada kekerasan atau anarki," kata Agung di sela-sela peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) di Karebosi, Makassar, Sabtu.

Menurut dia, banyak nilai sosial yang makin hilang seperti gotong-royong dan kebersamaan. Karena itu, perlu digelorakan kembali dengan menerapkan kesetiakawan sosial di lingkungan keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.

Unjuk solidaritas, lanjut dia, dapat saja terjadi pada pemilu legislatif dan presiden tahu depan. Hanya, semangat solidaritas tersebut harus diarahkan ke hal positif, sehingga bukan justru memunculkan fanatisme kelompok.

Pada kesempatan yang sama Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri mengatakan, peringatan HKSN diharapkan menjadi pengungkit untuk menggerakkan kembali nilai-nilai kesetiakawanan sosial masyarakat, dari pusat hingga kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

"HKSN ini jangan dijadikan sebagai seremonial atau komitmen di mulut saja, tetapi jadikanlah kesetiakawanan sosial sebagai instrumen menuju kesejahteraan masyarakat," katanya.

Peringatan HKSN 2013 di Makassar, dihadiri sejumlah pejabat DPR dan DPDI, dan perwakilan-perwakilam provinsi yang melaksanakan berbagai kegiatan HKSN selama tiga hari.

Pada kesempatan itu sejumlah penghargaan diserahkan Mensos kepada budayawan, pekerja sosial, praktisi dan akademisi diantaranya Dr Anhar Gonggong dari Jakarta, Dr Ima Kesuma dari Universitas Negeri Makassar dan Prof Dr Thahir Kasnawai dari Universitas Hasanuddin, Makassar.

Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada 12 pengelola media yang perusahaannya dinilai fokus pada isu pembangunan sosial diantaranya Dirut Perum LKBN Antara, Dirut LPP RRI, Pemred Harian Republika, Pemred Harian Indonesia Pos, Pemred Metro TV dan Pimred TV One.

Pemerintah kabupaten/kota, mendapatkan sumbangan dari Kemensos berupa mobil penanganan bencana. Khusus di Sulsel terdapat empat penerima yakni pemerintah Kabupaten Tana Toraja, Pinrang, Bone dan Pangkajene Sidrap. A Lazuadi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026