
Menkokesra: Premi Jamkesda Masih Rendah

"Premi yang ditanggung dalam program Jamkesda untuk setiap masyarakat masih sangat rendah tidak seperti pada program jaminan kesehatan masyarakat nasional (Jamkesmas)," kata Menkokesra, Agung Laksono saat berkunjung di Mamuju, Jumat.
Mamuju (ANTARA Sulbar) - Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono menyatakan premi program jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) yang ditanggung pemerintah di daerah masih rendah.
"Premi yang ditanggung dalam program Jamkesda untuk setiap masyarakat masih sangat rendah tidak seperti pada program jaminan kesehatan masyarakat nasional (Jamkesmas)," kata Menkokesra, Agung Laksono saat berkunjung di Mamuju, Jumat.
Ia mengatakan premi pada program Jamkesda di daerah hanya menanggung sekitar Rp5000 sampai Rp10.000 setiap warga negara berpenghasilan rendah yang ikut program itu
"Tentunya jauh lebih rendah dibandingkan Jamkesmas yang menanggung premi setiap masyarakat mencapai Rp19.000, dan Jamkesda tidak akan berjalan efektif memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat," katanya.
Oleh karena itu ia mengatakan, premi program Jamkesda harus ditingkatkan paling tidak seperti premi Jamkesmas agar dapat mendukung peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat
Ia mengatakan sejauh ini program Jamkesda diharapkan mampu mengakomodir masyarakat yang tidak ditanggung melalui program Jamkesmas agar seluruh masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan
Menurut dia program pemberian jaminan kesehatan melalui Jamkesmas saat ini telah mengakomodir masyarakat berpenghasilan rendah mencapai 86,4 juta jiwa, jumlah itu diharapkan meningkat hingga mencapai 96,4 juta jiwa.
"Sehingga diharapkan nantinya Jamkesda dapat mengakomodir masyarakat hingga 10 juta orang agar peningkatan masyarakat yang mendapat jaminan kesehatan di negara ini dapat tercapai sekitar 96,4 orang," katanya. Zita Meirina
Pewarta : M Faisal Hanapi
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
