Logo Header Antaranews Makassar

Tim 99 Nilai Pernyataan Mallarangeng Bukan Hinaan

Sabtu, 4 Juli 2009 13:01 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Salah satu tim pemenangan Capres/Cawapres SBY-Boediono, Tim 99, menilai pernyataan kontroversial Andi Alfian Mallarangeng tidak berlebihan dan tidak bermaksud untuk menghina.

Ketua Tim 99, Muhammad Idris Rumpa, di Makassar, Sabtu, mengatakan, pernyataan yang dilontarkan Andi Alfian Mallarangeng saat kampanye di GOR Andi Mattalatta, Rabu (1/7), tidaklah berlebihan dan harus dipikirkan lebih jernih lagi.

"Saya rasa ungkapan 'belum saatnya putra Sulsel' jadi presiden bukan ditujukan pada capres tertentu," kilahnya.

Ungkapan itu, lanjut Idris, semata-mata ingin mengajak kepada masyarakat Sulsel untuk bisa keluar dari isu "primordial" karena sesungguhnya tim pemenangan melihat dalam pemilihan presiden itu bukanlah pertarungan etnis melainkan pertarungan kompetensi.

Alfian menganggap bahwa yang terbaik menjadi presiden, menurutnya, adalah SBY-Boediono dan itu merupakan hal yah sah dalam dunia demokrasi. Hendaknya pernyataan dimaknai dengan dinamika demokrasi.

"Karena itu, masyarakat Sulsel diharapkan untuk menyikapi pernyataan itu dengan bijak dan kepala dingin karena sesungguhnya walaupun beda pilihan kita masih saudara," ujarnya.

Dirinya meminta agar pernyatan Andi Alfian Mallarangeng tidak disusupi dengan issu provokasi SARA yang bisa menyulut kemarahan orang banyak.

Menurutnya, masyarakat Sulsel merupakan masyarakat yang cerdas karena dunia luar juga mengenal sejarah dan kultur budaya orang Sulsel sebagai masyarakat yang cerdas.

"Jika berbicara kultur, Sulsel sangat dengan kecerdasan (towarani), berani dan cekatan (tobarani)," katanya.

Idris menambahkan, Alfian Mallarangeng yang juga merupakan orang bugis tidak mungkin mengeluarkan pernyataan yang bisa menghina daerahnya sendiri. Meskipun, sebagian orang menganggapnya itu sebagai penghinaan.

"Sesungguhnya itu hanya salah paham saja dan terlalu disalah artikan bahkan dipelintir padahal, Mallarangeng ingin mengajak kita khususnya orang Sulsel untuk memilih secara cerdas. Bukan karena kita bersaudara atau karena sekampung tapi semata-mata ajakan memilih secara objektif berdasarkan kompetensi," tandasnya.

(T.PK-MH/A041)