
Pernak-pernik Maulid Laris di Pasar Tradisional

"Pernak-pernik yang banyak diminati adalah bunga-bunga untuk telur hias, tapi ada juga yang membeli model perahu dan masjid biasanya untuk lomba di sekolah ataupun antarkecamatan," kata pedagang Pasar Terong Bakri di Makassar, Selasa.
Makassar (ANTARA Sulsel) - Pernak-pernik untuk perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW laris terjual di sejumlah pasar tradisional di Makassar dan memberikan keuntungan bagi pedagang.
"Pernak-pernik yang banyak diminati adalah bunga-bunga untuk telur hias, tapi ada juga yang membeli model perahu dan masjid biasanya untuk lomba di sekolah ataupun antarkecamatan," kata pedagang Pasar Terong Bakri di Makassar, Selasa.
Dia mengatakan, untuk bunga-bunga hiasan telur Maulid biasanya dijual Rp1.500 per tangkai, sedang model masjid dan perahu "phinisi" yang merupakan perahu layar khas Bugis-Makassar umumnya dijual seharga Rp80 ribu per buah.
Dari hasil penjualan pernak-pernik tersebut, lanjut dia, dalam sebulan biasanya meraup keuntungan sebesar Rp5 juta. Karena itu, momen tradisi perayaan Maulid membuat para pedagang musiman berlomba menjual pernak-pernik sebanyak-banyaknya.
"Dari modal yang dikeluarkan baik untuk membeli pernak-pernik dari perajin maupun membuat sendiri, dapat memberikan keuntungan yang cukup menjanjikan," katanya.
Hal senada dikemukakan pedagang pernak-pernik lainnya, Mustari di Pasar Pannampu, Makassar.
Dia mengatakan, apabila modal setangkai kembang hanya Rp1.000 maka dijual seharga Rp1.500 - Rp2.000 per tangkai. Sedang pernak-pernik model perahu dan masjid yang dijual Rp80 ribu per buah, modalnya hanya sekitar Rp60 ribu per buah.
"Alhamdulillah keuntungannya bisa mencapai Rp3 juta - Rp5 juta dalam sebulan, apalagi jika banyak pesanan dari instansi," katanya. Agus Setiawan
Pewarta : Suriani Mappong
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
