
HMI : Program Aspirasi Jangan Jadi Jualan Politik

"Kita berharap agar program aspirasi anggota DPRD Sulbar jangan menjadi jualan politik untuk memenangkan Pemilu 2014," kata Ketua HMI Cabang Mamuju, Nanang di Mamuju, Kamis.
Mamuju (ANTARA Sulbar) - Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Mamuju Provinsi Sulawesi Barat berharap agar program aspirasi anggota DPRD Sulbar tidak menjadi jualan politik jelang Pemilu 2014.
"Kita berharap agar program aspirasi anggota DPRD Sulbar jangan menjadi jualan politik untuk memenangkan Pemilu 2014," kata Ketua HMI Cabang Mamuju, Nanang di Mamuju, Kamis.
Ia mengatakan, pada dialog yang digelar Media Rakyat Sulbar bertema penegakan hukum ditahun politik.
Menurut Nanang, program aspirasi anggota DPRD untuk masyarakat di Sulbar kerap dijadikan jualan politik untuk meraih dukungan masyarakat jelang Pemilu 2014.
"Khususnya anggota DPRD incumbent yang kembali bertarung di Pemilu 2014, di Sulbar kerap menjadikan program aspirasi mereka yang menggunakan anggaran APBD Sulbar sebagai jualan politik untuk meraih dukungan," katanya.
Ia berharap agar aparat penegak hukum dapat menindak tegas apabila terjadi pelanggaran hukum terkait program aspirasi yang dipolitisir para anggota dewan.
"Bawaslu, KPU Sulbar, maupun aparat jaksa dan polisi harap menindak tegas apabila terjadi pelanggaran hukum dalam program aspirasi DPRD Sulbar," katanya.
Sementara itu, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Mamuju, Salahuddin mengatakan, pihaknya akan mengawasi program aspirasi anggota dewan dan akan menindak sesuai hukum bila ditemukan pelanggaran.
"Kendala kita belum mendapatkan bukti pelanggaran terhadap program aspirasi yang disalurkan anggota dewan terhadap masyarakat, tapi kalau ada akan kita tindaki," katanya.
Begitu juga dikatakan anggota Bawaslu Sulbar, M Yunus, dia berharap agar apabila terjadi pelanggaran dalam penyaluran aspirasi harap dilaporkan masyarakat, untuk ditindak demi tegaknya supremasi hukum. M Yusuf
Pewarta : M Faisal Hanapi
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
