Logo Header Antaranews Makassar

Dinkes Bantaeng Antisipasi Kasus DBD

Kamis, 23 Januari 2014 16:42 WIB
Image Print
"Kini jumlah penderita tersebut sebanyak 30-an orang, namun semuanya tertangani dengan baik," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng dr Hj Takudaeng M.Kes di Bantaeng, Kamis.

Bantaeng, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan berhasil mengantisipasi penyebaran kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), terutama memasuki siklus lima tahunan jenis penyakit tersebut.

"Kini jumlah penderita tersebut sebanyak 30-an orang, namun semuanya tertangani dengan baik," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng dr Hj Takudaeng M.Kes di Bantaeng, Kamis.

Keberhasilan tersebut terlihat dari semakin berkurangnya penderita jika dibandingkan kasus yang sama lima tahun silam. Pada tahun 2008, kasus ini mencapai 200 orang lebih dan beberapa diantaranya meninggal dunia.

Menurutnya, jumlah tersebut merupakan terkecil di Indonesia dan keberhasilan penanganan kasus DBD juga tidak terlepas dari semakin meningkatnya kesadaran masyarakat.

"Masyarakat kini menyadari pentingnya kebersihan lingkungan," katanya.

Menurut dr Takudaeng, kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan dan kepedulian terhadap penderita bila ada keluarga yang terserang dimungkinkan karena fasilitas yang disiapkan Pemda juga cukup memadai.

"Masyarakat cukup menelepon ke Brigade Siaga Bencana (BSB) di nomor 113, petugas kami yang terdiri para dokter dan perawat segera meluncur. Ini antisipasi dini yang sudah disiapkan sejak HM Nurdin Abdullah memimpin daerah ini," jelasnya

Berkat kesiagaan tersebut, ujar dia, kini kasus kematian akibat DBD maupun diare kini sudah nol persen.

"Sistem pelayanan yang diberlakukan selama ini menjangkau desa dan disertai penyuluhan sehingga masyarakat mengerti apa yang akan dilakukan bila ada dalam keluarga atau tetangga yang sakit," katanya.

Dia mengatakan respons Pemda yang sangat aktif juga ditunjukkan dalam bentuk bantuan pencegahan dengan melakukan penyemprotan (fogging).

"Ini merupakan pencegahan preventif yang sejalan dengan program promosi dan kuratif," katanya.

Kesinambungan program tersebut terutama pada musim hujan karena pada musim seperti ini banyak penyakit yang muncul.

"Khusus penyakit diare kini bahkan sudah tidak bermakna lagi karena kebersihan lingkungan sudah sangat akrab dengan di tengah masyarakat," katanya. Nurul H



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026