Logo Header Antaranews Makassar

Petani di Sampaga Minta Program Pengembangan Kakao

Selasa, 4 Februari 2014 14:51 WIB
Image Print
"Program pengembangan kakao harus dilanjutkan. Kami mengharapkan, program sambung samping kakao dianggarkan untuk membantu petani di daerah kami," kata salah seorang petani kakao Sampaga, Mamuju, Arif saat berdialog dengan Ketua DPRD Sulbar, Selasa.

Mamuju (ANTARA Sulbar) - Sejumlah petani di Desa Sideli, Kecamatan Sampaga, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, meminta kepada pemerintah untuk melanjutkan program pengembangan kakao di daerahnya.

"Program pengembangan kakao harus dilanjutkan. Kami mengharapkan, program sambung samping kakao dianggarkan untuk membantu petani di daerah kami," kata salah seorang petani kakao Sampaga, Mamuju, Arif saat berdialog dengan Ketua DPRD Sulbar, Selasa.

Kunjungan kerja Ketua DPRD Sulbar, H Hamzah Hapati Hasan didampingi ketua Fraksi Karya Pembangunan DPRD Sulbar, Thamrin Endeng, Kepala Dinas Perkebunan Sulbar, Ir. Supriyatno, MM , Sekretaris DPRD Sulbar, Musakkir Kulazze.

Arif menyampaikan, program kakao mesti ditingkatkan dalam mendukung peningkatan produksi dan produktivitas tanaman kakao.

"Masyarakat kami rata-rata mengembangkan kakao. Hanya saja, petani kami membutuhkan sentuhan khususnya bantuan pengembangan kakao baik bantuan pupuk maupun kegiatan sambung samping untuk meremajakan kakao," tutur Arif.

Menanggapi keluhan petani, Kepala Dinas Perkebunan Sulbar, Ir. Supriatno berjanji akan mengakomodir usulan pengembangan kakao di Sampaga.

Supriatno mengatakan, pengembangan kawasan kakao percontohan ini telah disiapkan dan kebetulan Kecamatan Papalang dan Kecamatan Sampaga masuk program percontohan.

"Dua kecamatan ini akan kita intensipkan untuk mengembangkan program kakao Sulbar. Program ini tidak sulit karena kita akan menggandeng pihak perbankan untuk menyuplai modal usaha bagi kelompok tani," kata dia.

Dia mengatakan, program gernas kakao yang dilaksanakan selama ini harus dilanjutkan guna mengembalikan masa emas pengembangan kakao di daerah ini.

Karena itu, kata dia, tenaga pendamping yang direkrut untuk mendampingi petani akan menjadi ujung tombak terhadap program ini.

"Kita bermimpi petani kakao yang selama ini hanya mampu menghasilkan pendapatan minim akan meningkat sepuluh kali lipat dari biasanya," tuturnya. Agus Setiawan



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026