
Dinas Kesehatan dan Pendidikan Tidak Becus

Makassar (ANTARA Sulsel) - Komisi IV DPRD Sulsel menilai Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan tidak becus dalam memberikan informasi penyelenggaraan pembangunan kepada dewan setempat.
" Dua dinas tersebut tidak becus memberikan informasi, seperti pada triwulan satu dan triwulan dua," kata anggota Komisi IV DPRD Sulsel, HM Adil Patu saat melakukan rapat kerja dengan Pemerintah Provinsi Sulsel, di Makassar, Senin.
Dia menyebutkan, setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) setiap akhir triwulan harus memberikan penjelasan ke dewan mengenai realisasi program dan realisasi keuangan, untuk dicocokkan dengan laporan gubernur.
Namun beberapa SKPD kata dia, kadang mengabaikan itu, seperti Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan yang kali ini tidak hadir. Parahnya lagi laporan triwulan satu kedua instansi ini, hingga saat kini belum diserahkan ke Dewan.
" Dulu, laporan kerja triwulan satu Dinas Pendidikan dan Kesehatan, diberikan catatan untuk diperbaiki karena tidak sesuai dengan laporan Gubernur. Namun hingga saat ini itu belum juga diserahkan," katanya.
Menurut anggota Fraksi Partai Demokrasi Kebangsaan (FPDK) ini, tidak seharusnya kedua dinas ini bersikap seperti itu, sebab mereka adalah ujung tombak dalam mewujudkan program Gubernur Sulsel, pendidikan dan kesehatan gratis.
Sikap para pimpinan SKPD tersebut juga membuat berang Ketua Komisi IV, HM Ruslan, yang miminta kepada Gubernur Sulsel, yang diwakili Kepala Bappeda, Tan Malaka Guntur, untuk memberian peringatan keras kepada SKPD yang malas melakukan rapat dengan DPRD.
" Tolong disampaikan kepada jajaran Pemda untuk tetap bersemangat menghadiri pertemuan dengan DPRD," ujarnya di Makassar, Senin.
Tan Malaka langsung bereaksi dengan melabrak salah seorang staf dari dinas Kesehatan, yang dari awal memberikan keterangan bahwa Kepala Dinas sementara dalam perjalanan.
" Kalau memang mereka tidak hadir katakan, jangan disebut sementara dijalan, padahal itu sudah sejam yang lalu dan sekarang tidak muncul-muncul, sementara jalanan juga tidak macet," ujar Tan Malaka.
(T.PSO-099/S016)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
