Logo Header Antaranews Makassar

Permodalan Isu Utama BPD Jadi "Regional Champion"

Kamis, 27 Februari 2014 22:16 WIB
Image Print
Kepala Kantor BI wilayah Sulampua, Suhaedi (kiri) memaparkan permodalan adalah isu utama BPD menjadi 'Regional Champion' pada economi outlook 2014 diselenggarakan Bisnis Indonesia di Makassar, Kamis, (27/2). ANTARA FOTO/Darwin Fatir

Makassar (ANTARA Sulsel) - Permodalan menjadi salah satu isu utama Bank Pembangunan Daerah (BPD) menjadi "regional champion".

Hal tersebut mengemuka pada acara "Economic Outlook 2014" bertema "Saat BPD jadi Regional Champion" yang diselenggarakan Bisnis Indonesia di Makassar, Kamis.

Kepala Kantor Bank Indonesia (BI) wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua) Suhaedi menjelaskan, untuk menjadi "regional champion" BPD harus memiliki tiga pilar yakni memiliki ketahanan kelembagaan diantaranya dari sisi permodalan, minimal Rp1 triliun.

Permodalan, menjadi salah satu pendukung utama dari dua pilar berikutnya yakni peran BPD sebagai "agent of development" dan kemampuan melayani kebutuhan masyarakat.

Bank Maluku mengaku, permodalan menjadi salah satu persoalan yang harus dihadapi selain wilayah kerja yang meliputi kepulauan. Salah satu hal yang membuat pertumbuhan modal melambat adalah birokrasi mengingat permodalan BPD berasal dari APBD.

Bank Sulut juga mengaku, mengalami persoalan yang kurang lebih sama dengan Bank Maluku, namun hal tersebut disiasati dengan melakukan penawaran saham ke masyarakat (IPO) dan kerjasama strategis dengan pihak ketiga. Meski demikian strategi ini tidak membuat kapasitas pemerintah daerah menjadi berkurang.

Direktur Utama Bank Sulselbar Ellong Tjandra menyatakan, pihaknya siap menjadi "regional champion" terlebih saat ini pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kepada BPD juga telah berdasarkan persyaratan menjadi "regional champion".

Ellong menjelaskan, modal inti Bank Sulselbar saat ini mencapai Rp1,217 tiliun dengan CAR 23,43 persen, ROA 4,49 persen dan BOPO 64,09 persen atau telah berada di atas persyaratan "regional champion" BI.

Kepala Kantor BI wilayah Sulampua Suhaedi, menambahkan, BPD diharapkan berperan lebih dengan memberikan kontribusi penuh terhadap pembangunan daerah

Sementara itu, OJK berharap porsi penyaluran kredit produktif minimal 40 persen harus selalu diupayakan. Selain itu, tiga pilar menjadi "regional champion" harus didukung pelaksanaan "good coorporate governance". Agus Setiawan



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026