Logo Header Antaranews Makassar

Petugas dan Desain TPS Ala Adat Bone Sulsel

Rabu, 8 Juli 2009 07:21 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Tempat Pemungutan Suara (TPS) 12 dan 13, keluruhan Karuwisi Kecamatan Panakkukang, Makassar ini terbilang unik karena semua petugasnya berpakaian adat bone dan desain TPS ala pelaminan.

Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang berjumlah sembilan orang ini, baik pria maupun wanita memakai pakaian adat dari suku Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel)

Prianya mengenakkan pakaian ala bangsawan Bone busana asal pasangan Calon Presiden (Capres) dengan nomor urut tiga, Jusuf Kalla yang berpasangan dengan Wiranto (JK-Win).

"Disatu sisi kami punya ikatan moril terhadap JK, " kata ketua KPPS TPS 13, Sujadi

Sedangkan petugas perempuan, memakai baju bodo' yang umum dipakai masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel).

Petugas Lembaga Perlindungan Masyarakat (Linmas) TPS yang sediannya mengunakan seragam "hijau-hijau"-nya diganti dengan pakaian adat ala pengawal kerajaan jaman kerajaan Makassar-Gowa.

Kemudian tempat TPS didesain dengan dipenuhi properti pesta perkawinan adat Bugis-Makassar. Seperti janur kuning dan renda-renda memenuhi sudut-sudut tenda, dimana petugas yang berpakaian ala pengawal berjaga dan mengarahkan para warga.

Menurut ketua petugas TPS 12, Ismail, sengaja mendesain TPS ala perkawinan adat bugis. Pesta demokrasi ini dianggap seperti pesta perkawinan.

"Jadi TPS ini sebagai tempat Pesta Demokrasi dan para warga Daftar Pemilih Tetap (DPT) adalah undangan yang datang untuk mencontreng, " jelasnya

Sedangkan bagi Sujadi, TPS ala Bugis ini untuk memperlihatkan rasa kebersamaan warga terhadap Capres Jusuf Kalla (JK).

"Kami kan putra daerah, satu sisi kami ingin menggugah, secara moril kami terhadap JK, " jelasnya.

(T.PSO-101/S016)