
Lalulintas di Makassar Lengang pada Hari Pemilu

"Jalan raya yang biasanya macet di sepanjang Jalan Bawakaraeng dan Jalan AP Pettarani, kini nampak lengang," kata salah seorang warga Jalan Kota Makassar Nurdin, Rabu.
Makassar (ANTARA Sulsel) - Suasana lalulintas di Kota Makassar lengang pada saat hari pencoblosan Pemilu legislatif 2014, sementara kondisi pasar tradisional juga sepi pembeli.
"Jalan raya yang biasanya macet di sepanjang Jalan Bawakaraeng dan Jalan AP Pettarani, kini nampak lengang," kata salah seorang warga Jalan Kota Makassar Nurdin, Rabu.
Dia mengatakan, suasana lengang itu selain karena sekolah dan kantor-kantor diliburkan pada Pemilu legislatif 2014, juga toko-toko di Makassar yang didominasi warga keturunan Tionghoa tidak beraktivitas.
Demikian pula dengan pusat pertokoan di kawasan Pecinan Jalan Sulawesi yang umumnya menjual benda elektronik dan keramik, serta Jalan Somba Opu yang rata-rata adalah penjual logam mulia (emas), pemiliknya memilih menutup toko dan hanya berkonsentrasi mendatangi TPS masing-masing.
Sementara itu, di sejumlah pasar tradisional diantaranya Pasar Terong dan Pasar Pannampu, Makassar juga tampak sepi dan hanya terlihat beberapa pembeli yang dapat dihitung jari.
Menurut salah seorang pedagang di Pasar Terong, Mustari, aktivitas jual beli di pasar tradisional sangat berbeda dengan hari-hari biasa, akibatnya barang dagangannya yang didominasi sayur-mayur hanya seperti yang terjual.
"Kalau biasanya hampir seluruh sayur sudah terjual menjelang siang, kini spertiganya saja dari satu karung sayur sawi hijau yang terjual," katanya.
Hal senada dikemukakan pedagang ayam potong di Pasar Pannampu, Makassar Hj Nursiah.
Dia mengatakan, khusus hari ini hanya lima ekor ayam potong yang terjual, padahal biasanya terjual hingga 20 ekor ayam per hari. Akibatnya, stok ayam potong yang dimiliki saat ini masih cukup banyak. M Taufik
Pewarta : Suriani Mappong
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
