Logo Header Antaranews Makassar

Jalan dan Jembatan Tubo Rusak Sebelum Digunakan

Senin, 28 April 2014 16:10 WIB
Image Print
"Jalan tani ini sudah rusak parah karena kikisan air hujan, padahal jalan ini belum digunakan," kata warga Dusun Tubo Kumilah saat dikonfirmasi mengenai sarana infrastruktur di daerahnya, Senin.

Makassar (ANTARA Sulsel) - Jalan penghubung antara Dusun Tombang dan Dusun Tubo, Desa Sali-sali, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan sudah rusak sebelum digunakan warga.

"Jalan tani ini sudah rusak parah karena kikisan air hujan, padahal jalan ini belum digunakan," kata warga Dusun Tubo Kumilah saat dikonfirmasi mengenai sarana infrastruktur di daerahnya, Senin.

Dia mengatakan, warga setempat menduga kerusakan jalan dan jembatan itu dipicu karena tidak sesuai dengan komposisi idealnya, bahkan proyek tersebut belum memiliki Surat Perintah Kerja (SPK) dari dinas terkait, namun sudah dikerjakan oleh pihak rekanan.

"Proyek ini tidak memiliki papan proyek, sebagai bukti pembangunan jalan dan jembatan," ujarnya.

Dia mengatakan, rangkaian pembangunan jalan ini, masih satu paket dengan jalan yang sudah dikerjakan, tapi belum pernah difungsikan namun sudah rusak parah.

Akibatnya, warga di sekitar enggan melewati jalan, karena takut ambruk saat melewati sarana publik itu.

Menurut dia, jalan penghubung desa itu nyaris terputus akibat gerusan air hujan. Sementara pondasi jembatan sepanjang 10 meter itu juga terancam ambruk akibat gerusan air.

Sementara itu, Pengawas proyek Yulius Lassuk mengatakan, pengerjaan jalan tani sepanjang empat kilometer dan jembatan itu sudah dinyatakan rampung oleh pihak kontraktor.

Sedang Kepala Dusun Silu mengatakan, anggaran proyek yang sudah dibangun tersebut memiliki anggaran sebesar Rp148 juta yang dikerjakan dari pada pertengahan Maret hingga awal April 2014.

"Sebenarnya pengerjaan proyek jalan dan jembatan itu sudah selesai, tapi ketika alat berat dikembalikan ke kota untuk diperbaiki, hujan deras turun yang mengakibatkan sejumlah titik nyaris terputus, sehingga tidak ditangani," katanya.

Menurut dia, perbaikan jalan dan jembatan itu akan dilakukan pada tahap pemeliharaan setelah pihak Dinas Pertanian dan Peternakan menerima pekerjaan tersebut.

Sementara itu, Sekertaris Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pinrang Andi Tjalo Kerrang mengatakan, hingga saat ini pihak kontraktor belum memberikan Berita Acara Penyerahan (BAP) pengerjaan ke dinasnya.

Dia mengatakan, meski pengerjaan jalan itu sudah dinyatakan selesai oleh pihak kontraktor, namun dinas Pertanian dan Peternakan tidak serta merta menerima hasil pekerjaan tersebut.

"Kami akan survei dulu, betul tidak sudah selesai, ada masalah atau tidak dalam pengerjaan perintisan jalan itu," katanya. Agus Setiawan



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026