Logo Header Antaranews Makassar

Sebabkan macet, demo HMI di Makassar dikecam pengguna jalan

Kamis, 23 April 2026 19:50 WIB
Image Print
Seorang ibu muda terpaksa turun dari kendaraannya dan mengecam para pendemo yang memblokir Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Kamis sore (23/4/2026). (ANTARA/)

Makassar (ANTARA) - Aksi unjuk rasa oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, pada Kamis sore dikecam pengguna jalan karena membuat kemacetan lalu lintas panjang hingga mencapai Jalan Perintis Kemerdekaan.

"Boleh juga menyuarakan suara rakyat tapi jangan malah mengganggu ketertiban umum," kata salah seorang pengendara sepeda motor yang merasa terganggu dengan aksi tersebut.

Bahkan para pengguna kendaraan sempat membunyikan klakson bersama-sama sebagai tanda protes agar blokade jalan dibuka karena sudah menimbulkan kemacetan parah.

Belasan mahasiswa asal Universitas Muslim Indonesia itu memblokir jalan dengan melintangkan batang pohon di tengah jalan, membakar ban bekas, serta melintangkan mobil agar kendaraan lainnya tidak bisa melintas baik itu dari arah Jalan Perintis Kemerdekaan maupun dari Jalan Bawakaraeng.

"Kami hanya menyuarakan kritik dan kepentingan rakyat, kami minta waktunya lima menit," ujar salah seorang pendemo.

Aksi itu terlihat tidak mendapat simpati pengguna jalan karena apa yang pengunjuk rasa sampaikan tidak terdengar dengan jelas. Bahkan waktu orasi pun sudah melebihi lima menit dari pukul 16.05 Wita.

Beberapa saat kemudian muncul wanita yang mengaku sedang hamil muda protes pada pendemo yang memblokir jalan.

"Saya ini sedang hamil, tidak bisa kencing dan lainnya," katanya sambil menunjuk perutnya.

Seorang pendemo berorasi di sebelah mobil TNI sedangkan yang lainnya memblokir Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Kamis sore (23/4/2026) yang menyebabkan kemacetan parah. (ANTARA/)

Melihat itu, para pendemo terlihat cuek dan terus melakukan orasi tanpa menghiraukan kekesalan pengguna jalan di depan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan.

Sejumlah polisi terlihat tak kuasa mengatur lalu lintas meski mendapati jalan diblokir dan mengganggu arus kendaraan. Polisi bahkan tak mampu mengatur lalu lintas karena mobil yang hendak melintas dihalangi pendemo.

Beberapa saat kemudian pengendara sepeda motor bisa melintas karena ada celah yang dibuka paksa sejumlah warga, sementara mobil masih dihalangi pendemo.

Aksi yang belum jelas tuntutan dan aspirasinya itu berakhir menjelang maghrib.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026