
BPS : NTT Alami Deflasi 0,03 Persen

"Tingginya angka deflasi tersebut, karena turunnya indeks harga pada kelompok pengeluaran bahan makanan sekitar 1,02 persen. Kelompok ini memberi andil sebesar -0,22 persen terhadap inflasi di Nusa Tenggara Timur," katanya di Kupang, Jumat.
Kupang (ANTARA Sulsel) - Kepala Badan Pusat Statistik NTT Anggoro Dwitjahyono mengatakan daerah berbasis kepulauan ini mengalami deflasi sebesar 0,03 persen pada April 2014, atau sedikit mengalami penurunan jika dibandingkan dengan deflasi pada Maret 2014 sebesar 0,14 persen.
"Tingginya angka deflasi tersebut, karena turunnya indeks harga pada kelompok pengeluaran bahan makanan sekitar 1,02 persen. Kelompok ini memberi andil sebesar -0,22 persen terhadap inflasi di Nusa Tenggara Timur," katanya di Kupang, Jumat.
Ia menambahkan kenaikan indeks tertinggi terjadi pada kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,47 persen, sedang kelompok bahan makanan memberi andil sebesar -0,22 persen terhadap deflasi.
Ie menjelaskan dari 24 kota sampel IHK Nasional di kawasan timur Indonesia, tercatat 19 kota yang mengalami inflasi dan lima kota lainnya mengalami deflasi pada April 2014.
Kota yang mengalami inflasi tertinggi adalah Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka di Pulau Flores sebesar 0,99 persen, sedang inflasi terendah terjadi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara sekitar 0,08 persen.
Kota yang mengalami deflasi terbesar adalah Jayapura, ibu kota Papua sebesar 1,79 persen dan terendah terjadi di Merauke, sebuah kota kecil di pedalaman Papua sekitar 0,05 persen.
Sementara itu dari 82 kota sampel IHK Nasional, sebanyak 43 kota mengalami inflasi dan 39 kota lainnya mengalami deflasi.
Inflasi tertinggi terjadi di Pangkal Pinang, ibu kota Bangka Belitung sebesar 1,57 persen dan terendah terjadi di Jember, salah satu kota di Jawa Timur dan Samarinda, ibu kota Kalimantan Timur, masing-masing sebesar 0,01 persen.
Berdasarkan hasil pemantauan BPS NTT, kata Anggoro Dwitjahyono, terjadinya deflasi di NTT karena adanya penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 112,52 pada Maret 2014 menjadi 112,50 pada April 2014.
Ia menambahkan Kupang sebagai ibu kota Provinsi NTT mengalami deflasi sebesar 0,18 persen atau terjadi penurunan IHK dari 112,91 pada Maret 2014 menjadi 112,71 pada April 2014.
Sementara Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka di Pulau Flores justru mengalami inflasi sebesar 0,99 persen, karena adanya kenaikan IHK dari 110,00 pada Maret 2014 menjadi 111,09 pada April 2014 dengan tingkat inflasi tahun kalender (Januari-April 2014) sebesar 2,06 persen dan tingkat inflasi tahun kalender (April 2014 terhadap April 2013) sebesar 8,75 persen. L. Molan
Pewarta : Hironimus Bifel
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
