Logo Header Antaranews Makassar

Indonesia Ekspor Udang 6 Milyar Dollar AS

Kamis, 26 Juni 2014 16:22 WIB
Image Print
"Indonesia yang menjadi salah satu negara kepulauan terbesar ini mempunyai potensi yang sangat besar dan melimpah dalam bidang kemaritiman dan itu dibuktikan dengan nilai ekspor kita ke luar negeri," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C. Sut

Takalar, Sulsel (ANTARA Sulel) - Indonesia yang merupakan salah satu negara maritim di dunia berhasil merajai ekspor udangnya ke mancanegara pada 2013 dengan nilai ekspor mencapai 6 milyar dollar AS atau sekitar 600 ribu ton.

"Indonesia yang menjadi salah satu negara kepulauan terbesar ini mempunyai potensi yang sangat besar dan melimpah dalam bidang kemaritiman dan itu dibuktikan dengan nilai ekspor kita ke luar negeri," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C. Sutardjo, di Kabupaten Takalar, Sulsel, Selasa.

Sharif yang melakukan panen udang tambak parsial di Desa Punga, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan itu mengaku bangga dengan semua pihak yang terlibat dalam pengembangan budidaya air laut itu.

Dia merincikan, ekspor udang kebeberapa negara Eropa dan Amerika itu perkilogramnya dihargai senilai10.000 dollar AS untuk 1 ton udangnya yang jika dikalkulasikan sebanyak 600 ribu ton menghasilkan 6 Milyar dollar AS.

Ia mengatakan, meningkatnya ekspor udang ke Benua Eropa dan Amerika itu dikarenakan tidak adanya pesaing Indonesia dalam hal mengekspor hasil lautnya.

Negara-negara yang menjadi saingan Indonesia dalam hal ekspor hasil laut itu seperti Thailandm Malaysia dan Vietnam mengalami kendala karena mendapat musibah wabah penyakit Early Mortality Syndrome (EMS) dan Indonesia terbebas dari itu sehingga menjadi pengekspor utama.

Dengan meningkatnya nilai ekspor pada sektor kelautan seperti dibidang perikanan itu juga menjadi nilai tambah dalam mendorong perekonomian nasional di tahun 2013 lalu dimana ekonomi Indonesia tumbuh 5,6 persen.

"Pertumbuha ekonomi nasional pada tahun 2013 itu sekitar 5,6 persen tetapi untuk perikanan sendiri itu melampaui angka itu dan kita berhasil membukukan angka 6,9 persen," katanya.

Sharif menuturkan, udang merupakan salah satu komoditas utama dalam industrialisasi perikanan budidaya karena memiliki nilai ekonomis tinggi (high economic value) dan permintaan pasar tinggi (high demand product).

Trend positif ini, karena Indonesia tidak bermasalah dengan serangan wabah penyakit Early Mortality Syndrome (EMS) yang menyerang pembudidaya udang di negara produsen lain seperti Thailand, Malaysia dan Vietnam.

Menurut Sharif, usaha budidaya udang di tahun mendatang akan semakin memiliki peluang besar dipasar dunia, karena Indonesia bebas dari tuduhan subsidi atau dumping.

Dimana, berdasarkan hasil penyelidikan Countervailing Duty (CVD) Department of Commerce Amerika Serikat terhadap impor produk udang beku dari Indonesia, tidak terbukti.

Lebih dari itu, diterapkannya National Residue Control Plan (NRCP) setiap tahun oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjadikan produk udang Indonesia bebas residu dengan dicabutnya sanksi CD 220 oleh Komisi Uni Eropa.

"Adanya peningkatan permintaan udang tersebut juga dibarengi peningkatan harga udang. Hal ini merupakan peluang emas yang harus dimanfaatkan masyarakat pembudidaya udang, khususnya untuk meningkatkan produksi melalui optimalisasi pemanfaatan areal pertambakan secara maksimal," tuturnya. Agus Setiawan



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026