
Pedagang Bendera Menjamur di Makassar

"Meskipun ini adalah jualan musiman, namun menjanjikan keuntangan yang lumayan besar jika ditekuni," kata salah seorang pedagang bendera Syamsul di Jalan AP Pettarani, Makassar, Rabu.
Makassar (ANTARA Sulsel) - Pedagang bendera dan umbul-umbul menjamur di sejumlah titik di Kota Makassar menjelang peringatan HUT Republik Indonesia.
"Meskipun ini adalah jualan musiman, namun menjanjikan keuntangan yang lumayan besar jika ditekuni," kata salah seorang pedagang bendera Syamsul di Jalan AP Pettarani, Makassar, Rabu.
Dia mengatakan, bendera merah putih yang dijualnya selain dibuat sendiri, juga ada yang dititipkan penjahit kenalannya. Dari hasil itu, biasanya dalam sebulan penjualan bendera dan umbul-umbul dapat mengantongi keuantungan sekitar Rp2 juta.
Menurut dia, keuntungan tersebut juga dibagikan pada dua orang penjaga yang dipekerjakan di lokasi yang berdekatan di Jalan AP Pettarani, Makassar.
Sementara itu, pedagang bendera lainnya, Jumain mengatakan, sebelum menjual bendera, dia menjual parsel di sekitar Mal Panakkukang, Makassar.
"Setelah pembeli parsel sudah berkurang, maka saya beralih menjual bendera, tanpa perlu bermodal banyak, karena cukup menjualkan hasil produksi salah satu usaha konveksi di Makassar," katanya.
Dia mengatakan, bercermin pada pengalaman tahun lalu, dari hasil menjual bendera dan umbul-umbul mampu menutupi biaya hidup rumah tangganya, termasuk menyiapkan perlengkapan sekolah anaknya memasuki tahun ajaran baru.
Menurut dia, sebagai pedagang musiman akan mendapatkan keuntungan yang cukup besar, hanya saja hal itu tidak berlangsung lama, hanya sekitar sebulan saja.
Karena itu, pada hari-hari lainnya lelaki yang memiliki tiga orang anak tersebut kembali menjadi buruh harian untuk menyambung hidup bersama isteri dan anaknya yang masih balita. Agus Setiawan
Pewarta : Suriani Mappong
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
