
Akses Jalan Menuju Manggalapi Sudah Terbuka

"Kami sudah tidak lagi jalan kaki karena akses sudah terbuka meski pada musim hujan sulit dilalui kendaraan karena badan jalan belum dilapisi aspal," kata Marten (45), salah seorang warga Dusun Manggalapi, Kecamatan Palolo di Palu, Kamis.
Palu (ANTARA Sulsel) - Akses jalan dari Lemban Tongoa menuju Manggalapi, dusun yang terletak di perbatasan Kabupaten Sigi dan Parigi Moutong, kini sudah terbuka meski belum diaspal.
"Kami sudah tidak lagi jalan kaki karena akses sudah terbuka meski pada musim hujan sulit dilalui kendaraan karena badan jalan belum dilapisi aspal," kata Marten (45), salah seorang warga Dusun Manggalapi, Kecamatan Palolo di Palu, Kamis.
Ia mengatakan sejak akses jalan itu sudah bisa dilalui kendaraan termasuk roda empat, warga tidak lagi kesulitan untuk memasarkan berbagai hasil pertanian dan perkebunan.
Begitu pula dengan pendistribusian berbagai bahan kebutuhan pokok masyarakat.
Ia mengaku sebelum adanya akses jalan, warga terpaksa jalan kaki berjam-jam, termasuk jika hendak berobat di Puskesmas di Desa Lemban Tongoa.
Demikian pula berbagai hasil kebun seperti kakao, kopi dan jagung jika hendak dijual di ibu kota kecamatan terpaksa menggunakan motor ojek yang memang sudah modifikasi khusus sesuai dengan medan jalannya.
Biasanya untuk biaya sewa sepeda motor ojek mengangkut hasil panen misalkan kakao dihitung Rp3.000/kg.
Tetapi dengan terbukanya akses jalan, rata-rata warga sudah menggunakan sepeda motor sendiri untuk memasarkan hasil-hasil pertanian dan perkebunan ke ibu kota Kecamatan Palolo.
Hal senada juga disampaikan Daniel. Ia juga mengatakan selama akses jalan sudah bisa dilalui kendaraan masyarakat tidak lagi kesulitan memasarkan hasil panenan.
Mereka juga berharap pemerintah secepatnya meningkatkan kualitas jalan secara memadai agar perekonomian masyarakat semakin lebih baik.
Kedua warga Manggalapi itu juga meminta pemerintah untuk segera membangun jaringan listrik ke wilayah mereka karena selama ini warga hanya menggunakan alat penerangan dari lentera.
Jarak antara Desa Lemban Tongoa dengan Dusun Manggalami sekitar 30an kilometer.
Masyarakat Manggalami, semuanya adalah petani kakao dan kopi. Komotitas tersebut merumpakan sumber mata pencaharian pokok mereka.
Kondisi tanah dan iklim sangat cocok bagi pengembangan kedua komoditas dimaksud. E.S. Syafei
Pewarta : Anas Masa
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
