Makassar (ANTARA) - Dinas Pendidikan Pemprov Sulawesi Selatan menggelar Youth Coding Achievement (YCA) 2025 untuk mewujudkan program '1 Sekolah 1 Programer Andalan'.
Ajang YCA melaksanakan beragam kegiatan seperti project coding, seminar dan workshop, artificial intelligence (AI), dan graduation programmer peserta didik SMA/SMK, serta launching pengukuran indeks sekolah digital Indonesia wilayah Sulawesi Selatan.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman di Makassar, Sabtu, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari program kelas digital kolaboratif (Collaborative Digital Class) yang diinisiasi oleh Disdik Sulsel tanpa menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Jufri menegaskan, program ini adalah langkah nyata dalam mempersiapkan generasi muda Sulsel agar unggul dalam keterampilan digital dan mampu bersaing di era teknologi global.
Dirinya turut menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif Dinas Pendidikan Sulsel yang telah menggagas program ini tanpa membebani APBD, sebagai bentuk inovasi pembangunan pendidikan berbasis kolaborasi.
“Khusus kepada Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel yang telah menginisiasi program ini tanpa menggunakan APBD, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya,” ucapnya saat membuka acara.
Dalam sambutannya, Sekprov Sulsel menyebut kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi simbol transformasi pendidikan di Sulsel. Kegiatan ini sebagai langkah strategis menjadikan generasi muda bukan sekadar pengguna, tetapi pencipta teknologi yang berdampak.
“Kegiatan hari ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah simbol transformasi pendidikan, generasi muda Sulsel tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta dan inovator di dalamnya,” ujar Jufri.
Jufri juga menekankan digitalisasi pendidikan harus selaras dengan kemajuan, karakter, dan kearifan lokal. Menurutnya, inisiatif ini merupakan wujud nyata dari visi Sulawesi Selatan Maju dan Berkarakter.
“Saya mengajak semua peserta dan pihak yang terlibat untuk tidak hanya menjadikan kegiatan ini sebagai ajang sehari, tetapi sebagai gerakan jangka panjang untuk membangun ekosistem digital yang inklusif, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi masa depan anak-anak kita,” sebutnya.

