Mamuju (ANTARA) - Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mendorong kolaborasi dan inovasi dalam meningkatkan sektor perkebunan di Sulbar.
"Kolaborasi dan Inovasi dengan seluruh jajaran pemerintah mulai dari ditingkat provinsi dan kabupaten, merupakan kunci untuk mencapai suksesnya pembangunan perkebunan di Sulbar," kata pelaksana tugas Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Sulbar Muh Faizal Thamrin di Mamuju, Senin.
Ia mengatakan Sulbar merupakan daerah yang memiliki potensi perkebunan yang melimpah diantaranya, sawit kopi dan kakao serta sejumlah komoditi lainnya.
Menurut dia, potensi perkebunan tersebut dapat dibangun pemerintah dengan kolaborasi dalam pemenuhan indeks penilaian dan indikator Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Sulbar.
"Semua bidang di sektor perkebunan diharapkan dapat berkolaborasi dalam untuk meningkatkan indeks penilaian SPBE tahun 2025," ujarnya.
Menurut dia, program SPBE tersebut untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel serta mewujudkan pelayanan dasar yang berkualitas di sektor perkebunan.
"Program tersebut juga merupakan implementasi dari misi Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) dan Wakil Gubernur Salim S Mengga (JSM), khususnya dalam peningkatan tata kelola pemerintahan," katanya.
Ia berharap, indeks penilaian SPBE dinas perkebunan Sulbar dapat ditingkatkan dari baik menjadi sangat baik sehingga sektor perkebunan dapat berkontribusi bagi peningkatan ekonomi daerah.
Koodinator Tim Teknis SPBE Disbun Sulbar Nur Asia menyampaikan bahwa penyelesaian indikator SPBE sudah mengikuti timeline yang telah ditentukan pendamping SPBE dan updating kegiatan pada sosial media sudah berjalan.
"Sudah sesuai dan track yang ditentukan oleh pendamping, tim SPBE Dinas Perkebunan Sulbar sudah memenuhi beberapa bukti dukung yang diperlukan pada setiap indikator dan mengupayakan peningkatan indeks penilaian dari baik menjadi sangat baik pada tahun ini," katanya.

