Makassar (ANTARA) - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan redistribusi 800 tenaga kesehatan (nakes) lingkup pemprov dilakukan untuk meningkatkan dan mengoptimalkan sumber daya manusia (SDM) di seluruh rumah sakit di bawah naungan Pemprov Sulsel.
Pelaksana Tugas Kepala BKD Provinsi Sulsel Erwin Sodding di Makassar, Jumat, menyebutkan nakes redistribusi di seluruh RS Pemprov Sulsel, yakni RS Labuang Baji, RSUD Dadi, RS Haji, RS Fatima, RS Sayang Rakyat, RS Ibu Pertiwi, dan RS Regional Lamappapenning Bone.
“Kami sampaikan bahwa redistribusi SDM dalam rangka optimalisasi tenaga kesehatan serta mendukung pemerataan layanan kesehatan di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan,” kata dia.
Ia menjelaskan redistribusi ini sebagai upaya strategis agar pelayanan kesehatan dapat merata di berbagai fasilitas layanan sehingga masyarakat di seluruh wilayah Sulawesi Selatan memperoleh akses layanan yang berkualitas.
Direktur RS Haji Makassar Evi Mustikawati Arifin menegaskan kebijakan ini bukan untuk melemahkan peran individu, melainkan menguatkan kinerja bersama serta memastikan pemanfaatan tenaga kesehatan sesuai dengan kebutuhan.
Dia menjelaskan langkah ini diambil agar kemampuan dan kompetensi yang dimiliki dapat lebih dirasakan oleh masyarakat secara luas, bukan hanya di satu titik pelayanan.
“Saya mengerti bahwa perubahan ini bisa menimbulkan rasa berat, namun percayalah, ini adalah bagian dari amanah pengabdian kita untuk kesehatan masyarakat Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan tentang makna redistribusi nakes itu.
“Mari kita jadikan redistribusi ini sebagai kesempatan untuk memperluas ladang pengabdian, bukan sebagai hambatan. Hal lain yang masih menjadi perdebatan dalam proses ini akan dievaluasi kembali," katanya.

