Logo Header Antaranews Makassar

Terkait tumpahan minyak PT Vale, Pakar : Dampak kerusakan tanah bisa puluhan tahun

Senin, 8 September 2025 19:23 WIB
Image Print
Penanganan yang dilakukan PT Vale pasca insiden kebocoran pipa minyak di Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. (ANTARA/HO-PT Vale)

Makassar (ANTARA) - Pakar dari Fakultas Pertanian dan Bioremediasi Lahan Tambang Universitas Muslim Indonesia (UMI) Dr Saida mengatakan kerusakan struktur tanah akibat tumpahan minyak PT Vale Indonesia (PTVI) di Luwu Timur bisa berdampak hingga puluhan tahun jika tidak ditangani secara serius.

Dr Saida di Makassar, Senin, mengatakan apa yang terjadi di PT Vale sebenarnya masuk kategori limbah B3 yang mengandung zat berbahaya, sehingga dapat merusak lingkungan baik tanah, air, dan udara.

Akibat tumpahan minyak ke persawahan warga, kata dia, maka akan memberikan gangguan terhadap sifat fisik, sifat kimia, dan sifat biologi tanah yang tentunya berpotensi mengancam produksi para petani di daerah itu.

"Sifat kimianya itu terkait dengan kesuburan tanah. Kemudian sifat biologinya terkait ke organisme yang ada di dalam tanah atau mikro organismenya bisa terbunuh.

Kemudian kalau sifat fisiknya mempengaruhi misalnya struktur tanah, dimana akan lebih keras tidak gembur," katanya.

Wakil Dekan II Fakultas Pertanian UMI itu menjelaskan tumpahan minyak di tanah atau persawahan merusak kesuburan tanah.

Kemudian daya ikat water holding capacity terhadap air dan tanah itu, kata dia, akan menjadi berkurang karena diketahui minyak tidak bisa menyatu dengan air.

"Sehingga susah untuk menyerap air karena permukaan tanah diselimuti oleh minyak.Itu memungkinkan bisa terus terjadi hingga puluhan tahun, tergantung bagaimana penanganannya," ujar dia.

Terkait kondisi yang terjadi, Saida menyarankan beberapa solusi yang bisa dilakukan sebagai proses pemulihan, antara lain dengan rutin melakukan pengairan ke sawah yang terdampak, kemudian airnya dikurang atau buang.

Si sisi lain juga bisa menggunakan bahan organik, seperti pupuk kandang dan kompos untuk menetralisir sisa-sisa dari minyak yang ada di tanah atau persawahan.

Selanjutnya pihak PT Vale bisa mencari mikroorganisme yang bisa mendegradasi minyak ini.

"Minyak itu senyawa hidrokarbon dan ada mikroba yang bisa mendegradasi itu. Jadi bisa dilakukan dengan menebar mikroba itu ke persawahan. Saya kira itu bisa lebih cepat pemulihannya dibandingkan misalnya dengan cara fisik ataupun dengan cara kimia," ujarnya.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026