
PDIP Sulsel Ingatkan DPP Bisa Mengambil Kepengurusan

"DPC bisa ikut menentukan siapa calon Ketua DPD I PDIP Sulsel. Tiga nama yang direkomendasikan DPP PDIP bisa saja mereka tolak karena dianggap tidak layak," ujar Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I PDIP Sulsel, Rudy Pieter Goni di Makassar, Seni
Makassar (ANTARA Sulsel) - Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulawesi Selatan mengingatkan kepada semua pengurus DPD dan DPC bahwa dewan pimpinan pusat bisa mengambilalih kepengurusan jika demokrasi tidak dijalankan.
"DPC bisa ikut menentukan siapa calon Ketua DPD I PDIP Sulsel. Tiga nama yang direkomendasikan DPP PDIP bisa saja mereka tolak karena dianggap tidak layak," ujar Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I PDIP Sulsel, Rudy Pieter Goni di Makassar, Senin.
Ia mengatakan, jika tiga nama yang direkomendasikan DPP untuk maju bertarung dalam konferensi daerah (konferda) tahun depan, maka secara otomatis diserahkan ke DPC untuk dimintai pertimbangan.
Jika mayoritas DPC memutuskan menolak ketiga nama yang telah diusulkan oleh DPP, maka PDIP Sulsel dianggap gagal menjalankan proses demokrasi. Karena itu, DPP bisa mengambilalih kepengurusan di PDIP Sulsel.
Legislator DPRD Sulsel dua periode itu memaparkan, pihaknya sudah mengusulkan 12 nama ke DPP. Nama-nama itu kemudian akan dipanggil oleh DPP untuk menjalani tahapan uji kelaikan.
"Sekarang ada 12 nama yang sudah kita usul ke DPP, selanjutnya DPP akan mengerucutkannya menjadi tiga orang dan melemparkannya ke DPD dan DPC. Semoga saja tiga nama ini diterima," harapnya.
Sebelumnya, Konferensi Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Sulawesi Selatan yang akan digelar tahun 2015 diyakini akan sangat berat daripada menjadi ketua PDIP kota sebab harus memenuhi tiga syarat berat.
Wakil Ketua DPW Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulsel Bidang Buruh Tani dan Nelayan, I Made Merada menyatakan, seleksi calon ketua PDIP provinsi lebih ketat ketimbang calon Ketua PDIP Kota atau Kabupaten.
"Untuk jadi ketua DPW PDIP Sulsel itu berat dan lebih berat daripada menjadi ketua PDIP kota atau kabupaten. Yang akan jadi Ketua PDIP Sulsel adalah orang yang memenuhi tiga syarat," ujarnya.
Tiga syarat itu adalah bakal calon harus pernah mengabdi selama tujuh tahun di kepengrusan partai. Kemudian tidak pernah terlibat mendukung kongres PDIP pada tahun 1996 yang digelar di Medan, dan tidak pernah menjadi calon legislatif dari partai lain pada tahun 2009 lalu.
"Untuk masuk lima besar, seleksi calon ketua PDIP Sulawesi Selatan lebih ekstrim dibanding calon ketua PDIP Makassar. Tiga syarat itu mesti dipenuhi," kata I Made.
Sejauh ini, kata I Made, nama yang masuk sebagai calon ketua PDIP Sulawesi Selatan yaitu Andi Ridwan Witri, Alimuddin, Danpongtasik, Iqbal Arifin, Mawang Palaguna, Ansari Mangkona, I Made Merada, Husain Djunaid, Emil Lante, dan Rudy Pieter Goni.
"Dari 23 DPC di Sulawesi Selatan, sisa DPC Kabupaten Kepulauan Selayar yang belum mengusulkan nama bakal calon ketua PDIP Sulawesi Selatan. 15 Desember kami pleno untuk menjaring lima nama. Usulan DPC Selayar harus rampung minggu ini," katanya.
Hasil pelno itu, lanjut I Made akan diserahkan ke DPP. Kemudian para kandidat akan menjalani tes uji kepatutan dan kelayakan. Setelah itu, nama calon diserahkan kembali di DPD untuk menentukan calon terpilih dalam konfersi daerah yang digelar Februari mendatang. S Muryono
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
