
Densus 88 Periksa Warga Malaysia di Makassar

Makassar (ANTARA Sulsel) - Detasemen Khusus (Densus) 88/Antiteror Polda Sulselbar, di Makassar, memeriksa pria asal Malaysia, Jusri alias Ikel alias Buto alias Ano Bin Maslan (29), yang diduga terkait dengan jaringan teroris Noordin Mohd Top.
"Jusri ditangkap di desa Walangi, Kecamatan Ganra, diamankan karena memiliki dokumen identitas yang banyak serta laporan warga yang mecurigai gerak-geriknya," kata Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sulselbar, Komisaris Besar Polisi Hery Subiansauri, di Makassar, Senin.
Pemeriksaan Densus 88/Antiteror Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) berawal pemeriksaan Jusri yang tidak bisa menunjukan dokumen resmi keimigrasiannya kepada Polisi Resor Kota (Polresta) Soppeng, Sulsel. Ia ditahan Polres tersebut sejak Jumat (24/7) lalu.
Hery menjelaskan, saat Jusri alias Ikel diperiksa dan diinterogasi di Polda Sulselbar, memiliki banyak kartu tanda penduduk (KTP) dan identitasnya berbeda-beda.
Jusri mengaku sebagai warga asli Malaysia dengan alamat, Bakao, Bandar Lahadato, Malaysia yang tertera di KTP-nya. Namun, satu lagi kartu KTP yang beralamat di Desa Sappanang, Kecamatan Kajang, Sulsel.
Hasil interogasi polisi juga menyebutkan, Ikel mengaku lahir di Patihi, Desa Sapanang, Kecamatan Kajang, Sulsel, pada 7 Juli 1980. Ia merupakan anak ketiga dari lima bersaudara dari pasangan Hado dan Jumanang dan menikahi Mirnawati, warga jalan Borong Makassar, pada bulan Mei 2002.
Namun, katanya, keterangan sementara yang dihimpun Densus 88 Polda Sulselbar, tidak menemukan adanya hubungan Jusri dengan gembong teroris, Noordin Mohd Top.
"Sudah diperiksa secara singkat dan tidak ada kaitannya dengan jaringan Noordin Mohd Top, " katanya.
Dari pengakuan Jusri sendiri bahwa dirinya sebenarnya bermaksud kembali ke Malaysia setelah mertuanya, Daeng Mading, di Bulukumba Sulsel mengusirnya, Rabu (22/7).
Untuk penyelidiki keberadaan Ikel di Indonesia, kata Hery, berkas identitas Ikel juga sudah diserahkan kepada Bagian Pengawasan Orang Asing (POA) Direktorat Intelijen dan Keamanan (Intelkam) Polda Sulselbar.
Dari POA Intelkam ditemukan bahwa Jusri alias Ikel alias Buto alias Ano Bin Maslan berasal dari Malaysia. Ia sempat tinggal di Bulukumba dan menjadi buruh bangunan di sana, namun karena ditinggal istrinya, maka ia pun kembali ke Malaysia dengan mendaftar sebagai TKI melalui Parepare.
"Statusnya sekarang masih terperiksa, belum jadi tersangka. Saat ini dilakukan pendalaman terhadap dirinya, " katanya.
(T.PSO-101/E011)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
