Makassar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Ketahanan Pangan secara konsisten menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai salah satu strategi nyata dalam menekan laju inflasi, terutama dari sektor bahan pangan strategis.
Kegiatan ini digelar serentak di 30 titik pada 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, sebagai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-356 Provinsi Sulsel. Pada tingkat provinsi, kegiatan ini dipusatkan di Kantor TVRI Sulsel, Makassar, Senin.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan Gerakan Pangan Murah merupakan program yang pertama kali diinisiasi pada 2022, sebagai respons terhadap tekanan harga pangan pascapandemi.
"Penting menjaga kestabilan harga sebagai upaya pengendalian inflasi yang berkelanjutan. Inflasi dan deflasi ini seperti tekanan darah. Tidak boleh naik terlalu tinggi karena bisa stroke, dan tidak boleh terlalu rendah karena bisa kekurangan darah,” urainya.
Kegiatan yang diinisiasi Andi Sudirman ini menjadi rujukan nasional dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-356 Provinsi Sulawesi Selatan, dengan mengusung semangat “Sulawesi Selatan Maju dan Berkarakter.”
Ia menegaskan Pemprov Sulsel telah menunjukkan perkembangan positif di berbagai sektor, termasuk ekonomi dan ketahanan pangan.
“Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan pada triwulan II tahun 2025 tumbuh sebesar 4,94 persen secara tahunan. Ini menunjukkan semangat kerja keras dan sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Andi Sudirman mengungkapkan penurunan angka kemiskinan di Sulsel. Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk miskin pada Maret 2025 tercatat 698,13 ribu orang, turun 13,64 ribu orang dibanding September 2024.
“Capaian ini adalah hasil kerja bersama. Pemerintah terus hadir untuk menjaga daya beli masyarakat melalui kebijakan yang berpihak, termasuk pelaksanaan Gerakan Pangan Murah ini,” ungkapnya.
GPM serentak menjadi langkah konkret Pemprov Sulsel dalam mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas ekonomi daerah. Inflasi tahunan Sulsel pada September 2025 tercatat sebesar 3,03 persen, masih dalam kisaran sasaran nasional 2,5 persen.
Melalui kerja sama dengan Bank Indonesia, Bulog, serta pemerintah kabupaten/kota, GPM ini memastikan bahan pokok seperti beras, telur, cabai, dan minyak goreng tetap tersedia dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat.
“Saya mengajak seluruh pihak untuk terus bersinergi membangun daerah dengan nilai-nilai luhur budaya Sulawesi Selatan seperti Sipakatau, Sipakainga, dan Sipakalebbi,” kata dia.
GPM serentak ini diikuti oleh Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pasokan Pangan Badan Pangan Nasional RI, serta Bupati/Wali Kota se-Sulsel secara daring via zoom.


